Selasa, 19 September 2017

Revolusi Asuransi Jiwa Bagi Pelaut di Indonesia


Revolusi Asuransi Jiwa Bagi Pelaut di Indonesia. Dewasa ini, pasangan yang baru menikah biasanya mulai membicarakan segala hal yang berhubungan dengan keluarga ya baru dibentuk, salah satunya membicarakan asuransi jiwa, contohnya saya, yang baru membicarakan asuransi jiwa setelah menikah dengan suami. Saat ini banyak sekali pilihan yang ditawarkan mengenai asuransi jiwa, menurut saya asuransi jiwa penting untuk menjaga keluarga yang ditinggal saat pemberi nafkah meninggal dunia. Hal ini memang sedikit tabu karena terasa seperti menyiapkan seseorang yang kita sayang untuk segera pergi demi benefit yang diterima sepeninggal pasangan kita. No... mama, justru pasangan kita menunjukkan rasa sayangnya pada pasangan dan anak - anak yang ditinggalkan dengan menyiapkan dana yang dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan cita - cita anak dan pasangannya hingga tercapai. 


Namun, menjadi seorang istri pelaut seperti saya susah - susah gampang dalam memilih asuransi jiwa untuk suami, pasalnya sampai saat ini saya belum menemukan asuransi jiwa khusus pelaut,  mungkin harapan saya, ada produk asuransi jiwa bagi pelaut di indonesia, asuransi jiwa bagi pelaut dengan benefit yang mumpuni.


Selain produk asuransi jiwa khusus pelaut, sepertinya perlu juga adanya aplikasi yang dapat diakses melaui gadget yang menginformasikan kelengkapan produk serta livechat agar memudahkan peminat untuk memilih asuransi jiwa yang cocok untuknya, karena jujur saya sedikit kurang nyaman dengan tawaran melalui telepon mengenai asuransi jiwa, mungkin tawaran mengenai asuransi jiwa dapat melalui media sosial atau acara - acara yang menarik peminat.

Semoga asuransi jiwa di indonesia semakin beragam dan dapat memenuhi kebutuhkan masyarakat indonesia.

Jumat, 15 September 2017

Smartphone Untuk Anak Saat Orangtua Bekerja


Smartphone Untuk Anak Saat Orangtua Bekerja. Saat mama papa memutuskan untuk keduanya bekerja, pasti ada keraguan meninggalkan anak mama papa di rumah, khawatir dengan keadaan anak serta aktivitas anak mama papa di rumah, begitupun saya dan suami yang khawatir dengan kondisi anak di rumah. Ingin rasanya memasang cctv sekadar memantau keadaan anak - anak di rumah,  barangkali mama papa memiliki kendala yang sama dengan kami yaitu lokasi rumah dengan jaringan kabel yang belum mumpuni di daerahnya, dan tidak dapat memasang cctv. Berbagai pertimbangan saya serta suami diskusikan, akhirnya kami memutuskan memberikan smartphone pada anak. Anak sudah diberi gadget di usia dini? Tentu saja tidak. Secara teknis saya tidak memberikan gadget full pada anak di rumah. Ada waktu tertentu anak diberikan smartphone oleh orang dewasa yang ditunjuk orangtua untuk menjaga di rumah, misalnya saat jam makan siang untuk komunikasi dengan orangtuanya.

Pemberian gadget berupa smartphone pada anak adalah salah satu contoh pelajaran kecil untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab anak untuk menggunakan smartphone dengan baik, tentunya hal ini di bawah pengawasan orang dewasa yang ditunjuk saat di rumah, di rumah kami, orang dewasa yang kami tunjuk mengawasi anak - anak adalah budhe, nenek serta 2 pengasuhnya. 



Menurut saya dan suami, ada beberapa manfaat memberikan smartphone pada anak saat orangtua bekerja selain menunbuhkan rasa tanggung jawab anak, yaitu kemudahan berkomunukasi dalam jarak jauh, salah satunya menggunakan videocall, mama papa dapat berkomunikasi dengan anak melalui aplikasi ini dari jarak jauh, dengan layanan videocall, mama papa dapat berinteraksi dengan anak sekaligus memantau aktivitas anak di rumah.



Mungkin sebagian orangtua khawatir anak  tidak lepas dari gadget dan tidak berhenti memainkan di rumah, tenang mama hal ini dapat diminimalkan dengan pemilihan smartphone yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, misalnya, memilih smartphone yang ramah anak, smartphone dengan fitur dapat mengunci  aplikasi supaya tidak dapat digunakan oleh anak, saya mengunci aplikasi yang berpotensi sering dibuka oleh anak.


Saya dan suami sepakat untuk mengunci aplikasi yang membuat anak berlama - lama memegang smartphone tersebut, dan kami bersyukur, fitur tersebut saya dapatkan di smartphone Xiaomi Redmi 4A, smartphone dengan harga terjangkau namun memiliki fitur cukup mumpuni yang mengerti kecemasan orangtua. 






Dengan dimensi 139.9 x 70.4 x 8.5 dan bobot 132 g, cukup tipis dan tipis, cukup nyaman dipegang anak.

Selain fitur penguncian aplikasi, Xiaomi Redmi 4A sudah menggunakan system chip Qualcomm Snapdragon, sehingga mampu membuka beberapa aplikasi secara bersamaan, Xiaomi Redmi 4A juga menggunakan kecepatan 2GB dan jaringan 4G, jadi saat mama papa videocall dengan anak di rumah tidak ada kendala yang berarti.

Smartphone ini juga dilengkapi fitur kamera dengan kemampuan kamera belakang 13 megapixels dan kamera depan 5 megapixels, cukup untuk memuaskan untuk menghasilkan foto yang baik.


Dengan smartphone ini mama papa dapat mengunduh beberapa aplikasi edukasi anak tanpa takut kapasitas storage penuh,  karena kapasitas storage smartphone ini adalah 32GB dan cukup lapang untuk diisi aplikasi pendukung anak.

Jika mama papa khawatir anak terlalu lama melihat layar, smartphone ini memiliki pengaturan cahaya dan dapat diatur sesuai kebutuhan.

Menurut saya dan suami, Xiaomi Redmi 4A memenuhin kebutuhan kami untuk anak, kami dapat tetap tenang bekerja di kantor dan dapat berkomunikasi lancar sekaligus memantau kondisi anak di rumah. Pemberian gadget pada anak tentunya kembali pada pertimbangan masing - masing orangtua. Gadget dapat menjadi teman namun bisa juga menjadi lawan. Semoga artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan mama papa untuk mengambil keputusan.

Salam parenting :) 

Sumbar data : mi.com

Selasa, 25 Juli 2017

Yummy Bites Cemilan Bayi Favorit Aiko



Saat Aiko genap berusia 6 bulan dan mulai mengenal MPASI, Saya mencari cemilan yang nyaman bagi pencernaan dan alergic friendly Aiko. Selain finger food homemade, Saya juga mempertimbangkan cemilan yang mudah disajikan saat Saya bekerja. Dan Saya memilih Yummy Bites. 

Kamis, 06 Juli 2017

Promina Puffs Snack Bayi 8 Bulan | Review


Beberapa minggu lalu Baby Aiko anak kedua Saya genap berusia 8 bulan, rasa ingin tahu dan rasa ingin melahap apapun yang ada di dekatnya semakin nampak. Kadang saat si kakak sedang asyik melahap snack kesukaannya, Aiko hanya terdiam menunggu dan berharap kakaknya berbagi snack yang dimakannya. Sering kali Saya membuat snack homemade seperti labu siem atau buah seperti pear yang Saya rebus untuk snacknya, namun karena kesibukan Saya merangkap sebagai working mom kadang Saya mencari alternatif lain dalam menyediakan snack untuk Aiko dan salah satunya Promina Puffs, snack untuk bayi mulai usia 8 bulan.