Kamis, 31 Desember 2015

Resolusi 2016


Tik... Tok... Tik.. Tok... Tak terasa dalam hitungan jam akan berganti tahun yang baru.

Oh No... Ternyata Saya lupa membuat resolusi Saya di tahun baru 2016 nanti, kira - kira apa ya resolusi Saya untuk tahun depan? Saya pun bertanya pada diri sendiri, teringat teman yang telah memiliki resolusi yang membuat Saya berdecak kagum. Beberapa saat lalu salah satu teman bertanya pada Saya apa resolusi Saya di 2016 nanti, Saya hanya membalas dengan senyuman, agak sulit menjawabnya, ingin rasanya menjawab salah satu resolusi Saya adalah Saya harus kurus, lalu Saya teringat tahun ini Saya berhasil kurus akibat peradangan usus :( , Saya pun mengurungkan niat kembali menulis resolusi kurus, sakit itu BIG NO.

Kemudian Saya mendapat ide dari salah satu teman TUM, cobalah membuat resolusi yang simple seperti langsung bangun dari tidur saat alarm berbunyi di pagi hari atau mungkin tidak memakan gorengan supaya belajar hidup sehat, Well... Jujur itu hal simple untuk diucapkan namun sangat sulit untuk di terapkan :) Saya kembali terdiam.

Lalu... apa resolusi saya di 2016? *menghela nafas, tiba - tiba si kecil menarik tangan Saya mengajak bermain & panggilan suami yang alhamdulillah diberi kesempatan Allah untuk berkumpul  bersama Kami saat pergantian tahun ikut membuyarkan lamunan Saya. 

Sepertinya Saya Tahu resolusi Saya di tahun 2016 nanti.
Resolusi saya di 2016? Saya hanya ingin menjadi ibu yang baik untuk anak & menjadi istri sholehah untuk suami :)
Selamat tinggal Tahun 2015 yang penuh kenangan dan Selamat datang Tahun 2016 yang penuh kejutan... 
Ku sambut tahun yang baru dengan Bismillah...


Selasa, 29 Desember 2015

Gadget Freak

" Gadget freak lo..." Begitulah panggilan beberapa teman kantor kepada saya, saat saya mulai iseng membuka web(lagi) mengenai barang elektronik, terutama smartphone. 

Hmm... Kalau di hitung-hitung, tahun ini Saya sudah membeli lebih dari 5 smartphone. Wait... I have 5 smartphones in a year? Nop... Saya hanya membeli 1 smartphone yang sampai saat ini masih saya pakai dan selebihnya saya hanya bertugas membelikan keluarga dan teman terdekat. Baik banget repot - repot membelikan untuk orang lain, yes... That's me... 

Saya adalah tipe orang yang puas jika orang terdekat saya memiliki smartphone yang menurut saya patut untuk dibeli sesuai budgetbahkan saya sering menawarkan diri untuk bertugas membelikan smartphone karena Saya tidak rela jika Mereka memiliki smartphone yang kurang sreg di hati Saya, orang yang aneh (menunjuk diri sendiri) memang hihihi..., sampai suami tercinta pernah memberikan mandat kepada saya untuk membelikan smartphone titipan temannya. 

Jujur... Ngga semua smartphone yang saya beli sreg di hati saya, kadang ada smartphone yang sudah terlanjur saya beli langsung saya hadiahkan pada suami ( baiknya saya ), bukan baik ding tapi lantaran kurang cocok untuk Saya, Suami Saya adalah sosok yang nerimo kalau orang jawa bilang, sangat paham dengan kebiasaan istrinya hahahaha, walaupun saya pasti terlebih dahulu dapat nyanyian menyayat hati dari suami untuk berjanji ngga salah beli smartphone lagi tapi akhirnya suami tercinta dengan legowo menerima hibah smartphone baru, yang saya pakai belum sampai sehari hihihi. Well... Saya punya sedikit tips sih untuk yang ingin beli smartphone ala Mama Satria dong pastinya ^^ 
1.Cari Smartphone yang sesuai dengan kebutuhan.
Jika suka dengan selfie atau senang memotret kegiatan seperti Saya, fokus mencari smartphone dengan keunggulan di kamera, sebaliknya jika suka dengan kecepatan internet atau suka bermedia sosial dapat mencari dengan RAM yang tinggi ( RAM diibaratkan cara berfikir yang cepat )

2. Browsing review smartphone incaran
Sebelum membeli smartphone incaran, biasanya saya browsing review smartphone tersebut, dan biasanya saya cari review kelemahannya terlebih dahulu yang kemudian saya bandingkan dengan review kelebihannya, jadi dapat diperimbangkan lagi apakah kelemahannya dapat dimaklumi. Sering - sering berkunjung ke komunitas gedget yang kadang bisa dimintakan pendapat untuk memantapkan hati.

3. Budget
Biasanya saya akan menyiapkan budget untuk membeli smartphone, yang Saya ajukan approvalnya pada suami tercinta ( maklum yang punya budget hihihihi... ). Jika smartphone incaran kita melebihi budget tapi sepadan dengan yang kita inginkan, Why not? Daripada nyesel :)

Dan yang terakhir adalah

4. Aksesoris
Yang dimaksud aksesoris di sini bukan untuk mempercantik smartphone walau sah saja jika ingin smartphone tampil kece, tapi saya lebih mementingkan keawetan dan safety smartphone seperti membeli sekalian hardcase dan tempered glass untuk layarnya, trust me it works! 

Begitulah mengapa Saya dipanggil gadget freak... 

So... Jika ada yang minat untuk titip smartphone ke Saya silakan email ya hihihi. Just kidding :p

Sabtu, 26 Desember 2015

Mom's Day Out

Bagi full time mom, me time sangat dibutuhkan untuk recharge energy setelah seharian disibukkan oleh rutinitas di rumah, begitupun working mom, tidak semua working mom memiliki banyak waktu untuk melakukan me time walau semestinya memiliki waktu yang cukup di luar rumah, contohnya saya working mom yang lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah after office hours, hingga beberapa saat lalu suami tercinta suddenly memberi saya mom's day out selama satu malam.

Wait... Rewind... Sebenarnya mom's day out yang saya dapat itu adalah suatu kebetulan yang menyenangkan, diawali dengan beberapa minggu lalu ada acara kantor hingga larut malam dan tidak memungkinkan saya untuk pulang ke rumah karena jarak rumah dengan kantor lumayan jauh, jadi sebelum hari acara berlangsung saya mendapat izin suami untuk bermalam di kost salah satu teman kantor yang lokasinya dekat dengan kantor.

Waktu menunjukkan pukul 10.30 malam, terlintas keinginan untuk menikmati hot chocolate di Liberica Coffee Shop, dengan ragu memberanikan diri meminta izin suami nun jauh di sana agar mengizinkan working mom ini dapat sedikit menikmati me time nya dengan secangkir hot chocolate kesukaan saya dan Wowww... what a good surprise.. suami pun mengeluarkan SIM ( Surat Izin Me Time ), senangnya seperti menang lotere. Wait? Kenapa harus minta izin suami hanya untuk sekedar menikmati secangkir hot chocolate? Karena saat itu sudah larut malam dan saya bukan ibu muda yang sering kongkow malam diluar sementara si kecil menunggu di rumah hihihi, tapi tenang saja si kecil aman bersama Utinya saat saya menginap :) 

Bagi saya hal seperti ini adalah mood booster yang sangat berguna setelah di sibukkan oleh rutinitas kerja. Jadilah malam itu saya menikmati mom's day out dengan teman kantor yang dengan senang hati menemani Saya.

 
Ternyata menyenangkan melepas penat dengan obrolan ngalor ngilur bareng teman dekat walau hanya bertahan 1 jam di Coffee Shopnya, karena saya lebih memilih melanjutkan obrolannya di kamar kost, maklum ngga terbiasa keluar malam hihihi....

Dan the best moment saat itu adalah ketika suami tercinta memberikan ucapan " selamat menikmati me time bareng bestfriend ya ma", seperti penyempurna mom's day out malam itu.

Akhirnya bisa juga merasakan mom's day out singkat seperti di film, bedanya mom's day out saya tidak terjadi kekacauan melainkan one of a good mom's day out i ever had ^^

Kamis, 24 Desember 2015

BAHAYA TERSEDAK

BAHAYA TERSEDAK. Begitu peringatan yang tertulis besar dan bertanda seru di salah satu mainan Satria yang sepertinya hendak menginformasikan kepada pembeli untuk lebih waspada dengan bagian kecil mainan yang mungkin dapat tersedak jika dimainkan oleh anak di bawah usia 3 Tahun, hal ini sangat membantu para orangtua untuk menimbang apakah mainan yang hendak dibeli aman dimainkan oleh anak seusianya dan memiliki gambaran jika membeli mainan tersebut si anak perlu didampingi atau diawasi saat memainkannya.


Tulisan peringatan ini yang biasanya Saya perhatikan saat membeli mainan untuk Satria, saat Saya memutuskan untuk membelikan mainan Saya aware dengan bahayanya. 

Begitupun dengan makanan, Saya pun termasuk picky food saat memberikan makanan pada Satria, teringat 1,5 tahun yang lalu saat Satria tersedak snack coklat yang Saya sesali mengapa dulu terlintas untuk sembrono memberikan pada Satria, dan saya sangat bersyukur karena Allah masih mempercayai saya untuk menjaga titipan-Nya, dari kejadian itu memang saya lebih tegas membatasi makanan mana yang boleh atau tidak untuk diberikan pada Satria, misalnya saya lebih memilih makanan yang lebih empuk di banding yang keras, lebih memilih makanan yang sekiranya dapat mudah ditelan Satria tanpa harus takut tersedak, mungkin telihat berlebihan ya. 

Ada beberapa anggota keluarga dan relasi yang berpikir saya terlalu parnoan, tapi jika mereka mengalami apa yang telah terjadi pada anak saya, apakah mereka akan menganggap saya parnoan lagi? Saya rasa tidak :)

Akhirnya... Semua kembali kepada orangtua masing-masing, lebih baik mencegah kan daripada menyesal ;)


Selasa, 22 Desember 2015

Mama....

Jam dinding menunjukkan 5 menit lagi bel tanda pulang sekolah, saat bel berbunyi tak ku gubris ajakan teman untuk tetap di lingkungan kelas selama beberapa saat, bagpack senada dengan rok sekolah kugendong dan kupegang dengan erat, langkahpun ku percepat agar dapat bis yang agak kosong untuk segera sampai di rumah.

Senyumkupun terulas di wajah membayangkan masakan nan nikmat yang menantiku, Ahhhh... Benar saja mama sudah siap menantiku pulang dengan hidangan yang mama siapkan khusus untuk aku, rasanya seperti surga dunia,itulah sekelumit memori indah bersama mama, masakan mama yang di masak dengan penuh cinta dan kasih sayang menjadi penarik aku dari hasrat untuk berkumpul dengan teman dikala sekolah dulu. Ya Allah.... Tahun ini usia mama genap 57 tahun, dengan tenaga yang tersisa, beliau masih semangat mendampingi anak bungsunya ini yang sebenarnya sudah memiliki buah hati, Ahhh... Bungsu tetaplah bungsu walau sudah memiliki buah hati :) ,mama segalanya untukku, mama yang dengan mudahnya membuatku uring-uringan di kantor kalau kita sedang marahan dan akhirnya berbaikan kembali walau seringnya aku yang lebih dulu meminta maaf :D , mama yang selalu jadi obat P3Kku karena sigap dan selalu ada menemani di segala suasana hatiku, mama yang selalu menjadi teman keluh kesahku, mama yang siap dan rela menjadi perisaiku dari dunia luar yang mengancam. Entah apa jadinya aku tanpa mama.

Mama...

Hari ini.... Ku sampaikan padamu

You are the best mom & best friend i ever had.

Thank you for your goodness and your love to me...

Selamat Hari Ibu Mamaku tersayang...

Minggu, 20 Desember 2015

Lumpia Isi Keju

Konnichiwa...
Greating from my little house yang weekend ini sedang sejuk karena hujan, walhasil weekend ini di rumah saja hahahaha, tiba-tiba muncullah ide membuat cemilan untuk si jagoan kecil Satria yang selalu setia menikmati hasil eksperimen mamanya alias hasil masakan gagal hihihi, Big NO! karena kali ini eksperimen terbilang cukup sukses lho, karena jagoan kecil saya lahap memakannya, dimulai dari saya dan jagoan kecil penggemar keju, jadilah kali ini saya membuat lumpia isi keju, bahannya simple sekali, hanya kulit lumpia yang bisa dibeli di supermarket terdekat dengan harga relatif terjangkau dan keju parmesan bubuk merk apa saja yang juga tersedia di supermaket manapun.

Saya tipe ibu muda yang suka sekali dengan hal simple hingga ke proses masak yang simple seperti cemilan yang satu ini, hanya perlu kulit lumpia, keju parmesan bubuk & 1/4 gelas kecil air panas yang saya gunakan untuk lem ujung kulit lumpia saat di gulung.


Proses menggoreng yang sangat cepat dan mudah membuat saya senang membuat cemilan ini,lumpia di goreng dengan api sedang sambil di balik hingga keemasan, kemudian besarkan api supaya lumpia garing lalu angkat dan tiriskan.


Hasilnya cukup memuaskan dan jagoan kecil riang karena kali ini eksperimen si mama berhasil dapat dinikmatinya hohoho....


Hopefully.... Lumpia isi keju ini bisa jadi salah satu emergency cemilan di kala hujan bagi yang ingin mencoba :)

6 Hal Terpenting Kontes The Urban Mama

Menyambut ulang tahun The Urban Mama yang ke 6, TUM mengadakan kontes tentang 6 Hal Terpenting dalam hidup versi urban mama yang dilaksanakan mulai tanggal 1 Desember hingga 20 Desember 2015, dan pastinya saya ikut berpartisipasi karena ada apresiasi TUM untuk para pemenang wow banget kan...

6 Hal Terpenting Untuk Saya :

1. Berusaha Mendekatkan Diri Pada Allah SWT
Berusaha untuk selalu ingat kepada yang memberi nikmat, dengan menanamkan ilmu agama pada anak, dan selalu bersyukur dengan beribadah bersama anak, supaya kelak anak memiliki ilmu agama yang bisa digunakan untuk bekal di masa depan.

2. Anak, Suami & Mama Tersayang
Saat memasuki pernikahan, memiliki anak dan selalu bersama mama tersayang, seluruh kasih sayang dan cinta seperti tercurah pada tiga orang tersayang ini, tanggung jawab yang full diberikan oleh suami yang tidak selalu ada di rumah kepada saya karena berlayar, membuat saya termotivasi untuk memiliki mom's power, menjadi anak yang berbakti pada orangtua dan sekaligus jadi teman bagi anak saya dirumah. Dan tujuan hidup saya hanya ingin membahagiakan tiga orang tersayang ini.

3. Kesehatan
Untuk apa langsing kalau jadinya tidak sehat bahkan harus ngungsi di RS (pengalaman pribadi ), langsing perlu tapi kesehatan lebih utama, dengan berbagai kesibukan ( sok sibuk ) working mom & single fighter ( karena suami berlayar ) memang diperlukan kondisi tubuh yang fit, apa jadinya kalau kita sakit dan harus meninggalkan anak di rumah bersama anggota keluarga yang lain, sakitnya tuh di sini ( sambil menepuk - nempuk dada ), jadi saya mulai menjaga kesehatan dengan makanan dan minuman yang menyehatkan, terutama sayuran & buah - buahan

4. Semua Tentang Jepang
Saya suka sekali dengan semua yang berbau jepang, sengaja ikut kursus bahasa jepang sewaktu SMU karena terobsesi dengan doraemon, mengumpulkan semua pernik yang berbau jepang, bahkan anakpun saya dandanin gaya jepang hihihi... dan yang paling asik, kalau saya sedang kesal, sedih atau senang, saya bisa mengutarakannya lewat posting di sosmed dengan bahasa jepang yang tidak semua orang tau big_smile

5. Kursi Prioritas
Yang sering naik busway atau commuterline pasti tau kursi ini, dulu waktu masih single, jiwa sosial lumayan ada jika melihat ibu hamil, ibu anak sampai manula, hingga saat saya melahirkan dan memiliki anak, jiwa sosial saya makin menggebu - gebu, saya rela berdebat atau bahkan bertengkar dengan penumpang yang lain demi memberikan kursi prioritas kepada ibu hamil, ibu anak & manula. Entah kenapa, semenjak punya anak rasa melow saya semakin besar, liat anak di gendong ibunya mewek (inget anak), lihat anak di marahin ibunya ikut mewek, ya ampunnnn...

6. Go Green
Dengan perubahan cuaca dan iklim yang sedang beredar, timbul rasa dan tekad yang kuat untuk ikut andil menjaga bumi, dengan Whatsapp suami malam -malam demi memberi ide untuk beli pohon-pohon besar untuk di tanam depan rumah hahahaha, atau nekat berdebat dengan suami pengen pindah kamar dekat jendela supaya tidak / jarang memakai AC padahal kamar utama baru selesai renov, hingga cari barang - barang elektronik dengan low watt / inverter supaya irit listrik ( alasan saja supaya pengeluaran sedikit )

Begitulah 6 hal penting untuk saya. Dan semoga selalu menjadi 6 hal penting bagi saya sampai kapanpun smile

Senin, 14 Desember 2015

Dragon Beard Candy

Berawal dari keingetan jajanan sewaktu SD dulu, makanan sejenis gulali dan di kasih tepung jadilah seperti benang sutra, dari hamil satria nyari dari SD ke SD *niat bener, belum dapet juga sampe sekarang, hingga tercetus ide untuk membuat sendiri dadakan *bener-bener nekat, setelah nonton DIY di youtube yang ternyata versi luar negrinya itu bernama Dragon Beard Candy yang artinya janggut naga, setelah tekun beberapa kali memutar video tutorialnya sambil menghias dapur dengan tumpahan tepung di sana sini dan Tadaaaaaaaaa jadilah Dragon Bears Candy ala Mama Satria, dan yang ternyata hasilnya gagal total sodara-sodara *lol, entah saya yang gagal paham atau memang terlalu canggih chefnya yang akhirnya tidak tertransfer ilmunya ke saya *lol 

Hasilnya jauh sekali dari bentuk aslinya yang seperti sutra, dan berakhir menjadi seperti kerupuk yang berwarna kuning.

Tapi kegagalan ini malah menghasilkan ide untuk membuat permen lhoooo, begini ternyata cara buat permen, saat di coba enak dan ini jadi permen sehat , ngga perlu beli di luar lagi.

Seperti biasa jagoan kecil Satria menyukai eksperimen gagal saya *lol

Mohon maaf untuk para mama yang  berharap eksperimen saya kali ini berhasil, di tunggu percobaan - percobaan gagal saya di lain kesempatan ya...

Tetap semangat walau harus menerima kegagalan. Kegagalan itu awal dari kesuksesan lho *wink

Jumat, 11 Desember 2015

Helmku...

Grusakkkk.... begitulah bunyinya saat terjatuh dari motor, dan pipipun mendarat ke aspal, terpikir sesaat... "OMG.... wajahku... oh noooooo", dan kemudian tersadar, Alhamdulillah Ya Allah... ternyata helm cantik tersenyum seperti berkata "Halooo... bersyukur kan karena pakai helm, pipi ngga mendarat di aspal", yups... begitulah pengalaman beberapa saat lalu, yang tanpa sengaja di serempet pengendara motor lain dan akhirnya saya terkapar di aspal, walaupun pengendara ini pergi tanpa pamit alias kabur, yang tersisa hanyalah luka & dan memar di sekitar lutut dan siku.

Mengendarai sepeda motor itu gampang - gampang susah, gampang karena tinggal ngegas seperti saya karena pakai sepeda motor matic, susah karena harus punya feeling yang kuat untuk tetep konsentrasi di keramaian. Jadi untuk antisipasi kecelakaan saya memang selalu menggunakan helm, walau kadang ada aja orang yang ingin menggoyahkan pendirian saya seperti kata-kata " Ya Ampun mom... Dari rumah ke stasiun deket banget kaliii, ngga kece donk kalo pakai helm", hmmm... Baiklah, kira - kira kalau sampai kecelakaan masih mikirin kece ngga ya? Ahahaha.

Berhubung saya bekerja di perusahaan yang mengutamakan safety jadi terbawa hingga ke rumah.

Dan seperti inilah persiapan safety riding ala mama satria sebelum berangkat menggunakan sepeda motor bareng jagoan kecil Satria



Kursi tambahan beserta safety belt yang menyatukan Satria dengan Saya si pengendara, kursi tambahan ini dipakai untuk perjalanan jarak pendek.

Jadi untuk saya Safety riding is must.
 Do you?