Sabtu, 24 September 2016

Food Car Lunchy Duo Onk

Menjadi working mom memang memiliki tantangan sendiri, harus menjaga pola makan yang benar agar selalu fit dalam beraktivitas, terutama saat makan siang, apalagi bagi working mom yang sedang hamil dan  membutuhkan makanan ekstra sehat nan bergizi untuk janin. Hal ini yang Saya rasakan saat ini, bekerja di daerah kantor dengan restaurant siap saji yang banyak membuat Saya harus pintar menahan hasrat memakan apa saja sesuai mood yang sering berubah - ubah.

Beberapa hari lalu saat perjalanan menuju tempat makan siang, tiba - tiba Saya penasaran dengan food car yang terparkir tidak jauh dari kantor Saya yaitu Lunchy Duo Onk, akhirnya Saya urungkan niat makan siang di restaurant dan memutuskan mencoba membeli makan siang di sini, jujur Saya sedikit ragu saat ingin membeli karena memikirkan rasa, gizi dan kebersihan makanan di food car ini, namun memang benar ada pribahasa dont judge book from the cover, ternyata dugaan Saya salah, food car ini melebihi ekspektasi Saya.


"food car ini melebihi ekspektasi Saya"

Seorang mama muda dengan sigap menjelaskan pada Saya menu hari itu, tidak terlalu banyak variasi masakannya namun menurut Saya cukup bagi Saya yang sering bingung memilih karena banyaknya variasi.

Saya pun dikejutkan dengan harga yang relatif terjangkau untuk 1 paket bento box lengkap yang Saya dapat, dibanding food truck atau restaurant kecil sekitarnya yang harganya jauh lebih mahal. Dalam paket bento box tersebut berisi nasi, lauk, sayur, lalapan, gorengan, rempeyek kacang dan sambal. Ada variasi lauk yang dapat dipilih dan saat itu Saya memilih Empal daging dengan sayur hari itu yaitu sayur tumis daun pepaya teri medan. Menu yang selalu ada adalah Empal Daging dan Jambal, selebihnya akan berganti - ganti.



Isi Bento Box Saya : Nasi, Empal Daging Serundeng, Sayur daun pepaya teri medan, oncom lenca, lalapan timun, bakwan sayur, rempeyek kacang, sambal  

Wajah Saya sumringah melihat bento box Saya penuh dan lengkap dengan harga yang worth it menurut Saya. Sambil menunggu mama muda tersebut menyelesaikan menyiapkan bento box Saya, Saya pun tertarik bertanya - tanya pada mama muda ini tentang Lunchy Duo Onk. Ternyata di balik Lunchy Duo Onk ini, ada 2 mama muda yang menjalankan food car ini, Mama Lia dan Mama Ica, dua mama yang telah lama berteman dan memiliki passion yang sama yaitu kuliner memulai usaha food car ini pada tanggal 6 September 2016 lalu, kecintaan dua mama ini terhadap kuliner terlihat pada rasa masakan dalam bento box ini yang menurut Saya tidak kalah dengan food truck atau restaurant kecil di sekitarnya. Saya semakin tertarik bertanya mengenai nama Lunchy Duo Onk ini, Lunchy Duo Onk ternyata diambil dari nama panggilan kedua mama muda ini yaitu Lionk dan Iconk maka jadi lah Lunchy Duo Onk, cukup unik kan.




Akhirnya Saya kembali ke kantor dan puas menyantap bento box hingga tidak tersisa, sepertinya Saya memiliki pilihan makan siang baru yang bergizi dan juga higienis saat hamil dan mungkin nanti setelah melahirkan.


Bagi yang penasaran silakan mampir ke jalan taman kemang jakarta selatan, Lunchy Duo Onk ini buka saat hari kerja pukul 11.00 - 13.00 siang, Lunchy Duo Onk hanya saat makan siang lho, jadi jangan sampai kehabisan ya ;)

Rabu, 14 September 2016

Ibu Hamil Jangan Takut Ber-Commuter Line


Banyak orang sangsi melihat ibu hamil menggunakan Commuter Line dalam perjalanan menuju dan kembali dari tempat kerja. Banyak pula yang meragukan kenyamanan Ibu hamil ber-Commuter Line saat jam padat. Lantas memilih menggunakan kendaraan pribadi beroda dua yang tingkat risiko lebih tinggi untuk ibu hamil. 

Seperti yang kita ketahui PT.KAI menyediakan tempat duduk prioritas di setiap gerbong Commuter Line yang disiapkan khusus bagi yang membutuhkan dan salah satunya adalah ibu hamil. Namun bagi ibu hamil tidak mudah untuk menggapai tempat duduk prioritas. Dewasa ini menurut Saya rasa empati terhadap sesama mulai memudar, sehingga kadang ibu hamil memilih diam dan pasrah berdiri hingga tempat tujuan. Kadang ada beberapa penumpang melihat ibu hamil yang sedang kebingungan mencari tempat duduk, memilih diam atau pura - pura tidur dan enggan memberikan tempat duduknya. Walau tidak semua penumpang bersikap seperti itu, tidak sedikit penumpang yang berperan aktif meminta penumpang lain yang tidak dalam katagori prioritas untuk memberikan tempat duduk prioritas pada ibu hamil. 

Saya memiliki tips untuk mama hamil yang Saya terapkan saat Saya hamil.

1. Nyamankan Diri Sendiri
Sebelum melakukan perjalanan menggunakan Commuter Line, sebaiknya nyamankan diri sendiri, seperti berpakaian nyaman, memakai alas kaki yang nyaman & membawa tas yang simple. Mama sebaiknya membawa air minum, kipas, ear phone dan essential oil supaya relax di perjalanan.

2. Berangkat Lebih Awal
Saat mama akan menggunakan Commuter Line, sebaiknya berangkat lebih awal menuju stasiun terdekat sehingga mama dapat memilih Commuter Line mana yang lebih lengang yang akan ditumpangi.

3. Tempat Duduk Prioritas
Seperti yang mama ketahui, tempat duduk prioritas terdapat di ujung setiap gerbong Commuter Line, maka saat menunggu Commuter Line, cari posisi di mana pintu gerbong Commuter Line terdekat tempat duduk prioritas akan berhenti di depan mama.

4. Halo... Saya hamil lho...
Bagi mama yang usia kandungannya masih terbilang muda, tidak jarang penumpang lain tidak mengetahui jika mama sedang hamil, maka sebaiknya mama informasikan dengan sopan jika mama sedang hamil, biasanya Saya akan memegang perut Saya sambil mengatakan "Ada yang tidak hamil? Maaf Saya sedang hamil", sehingga penumpang yang tidak berhak di tempat duduk priortitas dapat berdiri untuk memberikan tempat duduknya pada mama.

5. Ibu Hamil Beretika
Tidak jarang ibu hamil memilih masuk melalui pintu gerbong mana saja saat Commuter Line berhenti, jika mama mendapat tempat duduk yang bukan tempat duduk prioritas, jangan lupa mengucapkan terima kasih ya Ma pada penumpang yang telah memberikan mama tempat duduk, sering kali Saya melihat ibu hamil yang telah diberikan tempat duduk oleh penumpang lain lebih memilih diam dan duduk tanpa berdosa, padahal ada orang baik lho yang telah rela memberikan tempat duduknya untuk mama yang sedang hamil.

6. Bersiap Turun Di Stasiun Tujuan
Saat mama hendak turun di Stasiun Tujuan, persiapkan diri satu stasiun sebelum stasiun tujuan, sehingga jika gerbong cukup padat, mama tidak perlu buru - buru dan dapat berjalan pelan -  pelan menuju pintu keluar gerbong Commuter Line.

7. Dukungan Dan Kemauan.
Untuk mama yang akan menggunakan Commuter Line, sangat diperlukan dukungan penuh dari pasangan atau orang terdekat supaya kemauan semakin kuat untuk siap menggunakan Commuter Line.

Demi kenyamanan dan keamanan ibu hamil dalam ber-commuterline, pihak Commuter Line memberikan dukungan dengan memberikan pin khusus ibu hamil yang dapat diperoleh ibu hamil dengan mudah.

source : twitter commuterline

Jadi... Mari mom to be Ber-Commuter Line :)

Jumat, 02 September 2016

Mommyclopedia, Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun | Book Review

Tahukah mama, memiliki anak kedua bukan berarti expert dalam hal merawat bayi, contohnya Saya yang baru saja melahirkan Aiko anak kedua Saya namun masih bingung bagaimana cara merawat bayi yang baik, kok bisa ya ma? Bisa lho ma, maklum Saya adalah working mom yang dulu waktu Satria anak pertama masih bayi semuanya dibantu oleh ibu. Jadi pengetahuan Saya dalam hal merawat bayi sangat kurang.

Maka dari itu saat Aiko lahir, Saya seperti orangtua yang baru memiliki anak pertama, bingung bertanya pada siapa mengenai merawat bayi. Saya sering bertanya pada dokter spesialis anak si sulung melalui media chat (whatsapp) namun sepertinya malu ya jika selalu mengganggu Beliau, browsing di internet pun seringkali tidak dapat memuaskan rasa ingin tahu Saya dalam hal merawat bayi. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Tiba - tiba seorang teman baik memberi kado sebuah buku panduan merawat bayi. Buku ini berjudul "Mommyclopedia Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun" karya Dr. Meta Hanandita, Sp.A. Buku setebal 123 halaman terbitan PT. Gramedia Pustaka Umum ini menjadi semacam 'kitab' merawat bayi buat saya. Senangnya Saya karena memang sangat membutuhkan buku ini.


Sebelum Saya membahas isi dari buku ini, Saya ingin menunjukkan buku dengan bundling kit yang Saya dapat. Pembaca mendapat buku beserta bundling kit ini jika pre-order sebelum tanggal 30 Oktober 2016 kemarin, dan Saya beruntung mendapatkannya. Merchandise dalam bundling kit berupa tanda tangan penulis, tas kecil, thermometer digital, plester luka, tisu basah, kapas, obat merah, pemotong kuku, cotton bud dan hand sanitizer yang berguna dalam perawatan sehari - hari bayi. Saya naksir berat dengan tas kecilnya yang super imut.


Mari kita lanjutkan membahas isi buku Mommyclopedia. Mommyclopedia adalah buku ke-6 dokter spesialis anak Dr. Meta Hanindita, Sp.A yang sengaja ditulis dengan konsep berbeda dari buku - buku sebelumnya. Buku ini sarat ilmu namun ringan dibaca  oleh para mama yang sedang mempersiapkan kelahiran bayinya, yang baru memiliki anak pertama ataupun yang ingin menambah pengetahuan merawat bayi seperti Saya. Buku Mommyclopedia berisi panduan merawat bayi baru lahir, menyusui dan panduan lainnya yang sangat membantu Saya dalam merawat Aiko dengan baik.

Setiap halaman buku ini didesain berwarna-warni supaya pembaca tidak bosan saat membacanya, beberapa teman yang Saya tunjukkan buku Mommyclopedia tertarik membaca karena penasaran dengan halaman buku yang berwarna-warni.


Buku ini ditulis dalam bahasa yang ringan dan jelas, sehingga pembaca tidak perlu bersusah payah memahami isi buku ini.


Saya suka ilustrasi - ilustrasi yang ditampilkan di buku ini, lucu - lucu, salah satunya ilustrasi berikut, membuat Saya tetap rileks walau Saya membaca dalam kondisi mengantuk karena kurang tidur akibat begadang mengganti popok dan menyusui Aiko semalam.


Yang sangat Saya suka dari buku Mommyclopedia adalah buku dilengkapi dengan QR Code dihampir setiap halaman yang berisi informasi tambahan. Senang rasanya membaca buku ini. 


Buku Mommyclopedia sangat cocok dijadikan sebagai kado dan diberikan pada kerabat yang baru melahirkan karena menurut Saya buku Mommyclopedia sangat bermanfaat.

So... Bagi yang penasaran, jangan sampai kehabisan ya :)