Senin, 09 April 2018

Tongue Tie Dan Lip Tie Saat Aiko Lahir


Aiko, bayi kedua saya lahir dengan BBLR , hal itu memacu saya untuk lebih semangat memberi ASI agar bobot tubuhnya dapat seimbang dengan usianya. Namun setelah beberapa minggu ia lahir, saya merasa sangat tertekan menyusui Aiko dan hampir putus asa. Puting lecet dan sakit setiap kali proses  menyusui, Aiko pun terlihat kurang nyaman saat saya susui. Aiko sering melepas puting dalam hitungan menit dan enggan menyusu kembali, saya sempat shock karena saya tidak pernah mengalami hal ini waktu menyusui anak pertama kami dulu. Berbagai cara saya lakukan seperti memperbaiki pelekatan mulut Aiko pada payudara saya atau mencari posisi nyaman saat menyusui, namun tidak ada perubahan yang berarti demi tetap menyusuinya, Aiko tetap terlihat tidak nyaman.
Ada perasaan mengganjal dalam hati, sampai akhirnya saya menyadari kalau ada yang berbeda dengan lidah Aiko. Saya melihat lidah Aiko pendek, sulit menjangkau gusi dan langit-langit mulut saat menangis. Hal ini berbeda dari lidah anak pertama Saya. Saya pun mencari informasi tentang hal ini di internet dan mengetahui kalau lidah Aiko disebut dengan istilah tongue tie. Menurut saya, tongue tie ini yang membuat Aiko sulit dan kurang nyaman saat menyusu. Setelah bertanya-tanya pada beberapa mama yang anaknya pernah mengalami hal yang sama, saya memutuskan untuk membawa Aiko berkonsultasi pada dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC di Kemang Medical Care (KMC). Beliau adalah dokter spesialis anak yang biasa menangani tongue tie.
Setelah saya menjelaskan keluhan saat menyusui Aiko pada beliau, lalu Aiko diperiksa, dan Dokter Asti memberitahu bahwa ternyata Aiko tidak hanya tongue tie, tetapi juga lip tie. Karena itulah Aiko tidak nyaman saat menyusu dan mengakibatkan puting payudara saya sakit karena lidah Aiko tidak dapat menjangkau penuh areola payudara saya.
Dokter menjelaskan, tongue tie dan lip tie adalah tebal dan ketatnya tali lidah di bawah lidah dan tali bibir di dekat gusi yang menyerupai membran, sehingga lidah dan bibir sulit bergerak bebas. Penyebabnya adalah faktor keturunan dan ada faktor lainnya. Beliau menambahkan, tongue tie dan lip tie tidak hanya menghambat proses menyusui tetapi juga dapat menghambat tumbuh kembang dan keterlambatan bicara yang biasa disebut speech delay pada anak. Kemudian Beliau menyarankan insisi (frenotomy) pada tongue tie dan lip tie Aiko, karena makin cepat insisi makin cepat Aiko menyusu dengan baik. Apalagi saat itu Aiko memang sedang membutuhkan ASI yang banyak untuk masalah BBLR-nya. Insisi atau frenotomy adalah proses pengguntingan tali lidah dan tali bibir sehingga lidah dan bibir dapat bergerak bebas. Setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya saya dan suami sepakat memutuskan untuk melakukan frenotomy pada tongue tie dan lip tie Aiko.
Proses frenotomy ternyata sangat cepat. Setelah selesai proses frenotomy, dengan semangat Aiko langsung menyusu pada saya, Aiko tidak sulit lagi menjangkau areola dan saya tidak merasakan sakit saat Aiko menyusu. Sirna sudah kekhawatiran saya, ada rasa haru dan air mata tak terbendung saat melihat Aiko nyaman menyusu dan tersirat rasa senang di wajahnya.


Ternyata prosesnya tidak berhenti sampai di sini saja. Setelah proses frenotomy selesai, Saya dibantu Dr. Aini, dokter Laktasi di KMC, Dr. Aini mengajari saya cara senam lidah yang harus diterapkan pada Aiko 5 kali sehari dalam waktu 3 minggu untuk menghindari timbulnya keloid atau semacam bekas luka yang dapat mengganggu aktivitas lidah dan bibir. Kenapa harus 5 kali? Karena Dr. Asti terinspirasi oleh Sholat 5 waktu mama.
Setelah seminggu berselang dan diperiksa kembali oleh Dr. Asti, alhamdulillah hasil frenotomy Aiko berhasil. Selain dari proses frenotomy dr.Asti yang bagus, keberhasilan frenotomy juga didukung oleh rajinnya saya menerapkan senam lidah Aiko yang diajarkan dr. Aini waktu itu yang saya lakukan setiap hari. Lega rasanya keputusan frenotomy tongue tie dan lip tie segera kami ambil pada waktu itu. Sekarang berat badan Aiko meningkat tajam setelah proses menyusui lancar dan benar.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Silakan tulis komentar :)

Cara mengisi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. 9 URL Blog, bukan URL postingan. JIka tidak punya blog, kosongkan saya kolom URL, namun jangan lupa isi namanya. Terima kasih :)

@mamaayuutami