Rabu, 16 Mei 2018

Yuk Mama, Biarkan Anak Bebas Bereksplorasi Tanpa Khawatir Bakteri

Mitu baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic
Sebagai seorang ibu, jujur saya sangat membatasi aktivitas bahkan gerak anak untuk berinteraksi dengan lingkungan luar, alasannya simple saja, saya tidak mau anak saya terserang penyakit akibat bakteri saat berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah. Bagi saya meminimalkan interaksi dengan luar juga dapat meminimalkan anak - anak saya bersentuhan dengan kuman. Namun dampak membatasi aktivitas anak - anak di luar rumah menjadi kurang baik, hal itu malah membuat anak - anak tidak dapat bereksplorasi dan menghambat tumbuh kembangnya.


Saya memutuskan membuat observasi ala kadarnya untuk mencari jalan keluar supaya anak - anak tetap berkembang tumbuh kembangnya, sekaligus dapat meminimalkan paparan kuman. Kuman dapat berupa bakteri, virus, jamur dan parasit yang mengintai anak - anak bahkan orang dewasa di sekelilingnya kita. Ternyata dugaan saya salah mama, kuman terbanyak di sekeliling kita adalah di rumah, dan kuman seringkali menempel di perlengkapan rumah seperti handuk, lantai, mesin cuci, gadget, spons pencuci piring, sikat gigi, kran dapur sampai dengan hewa peliharaan, sedangkan di luar rumah kuman banyak menempel pada stroller, car seat dan botol saus di tempat makan umum. Percayakah mama, jika kuman terbanyak di sekeliling kita adalah di kamar tidur, ya ma... saya pun awalnya tidak percaya, namun hal itu benar berdasarkan fakta penelitian ma. 

Setelah mengetahui kuman menyebar melalui udara ( batuk, bersin), kontak langsung (bersentuhan dengan infeksi ), kontak tidak langsung (bersentuhan dengan benda ya telah terkena kuman), akhirnya saya lebih ekstra dalam menjaga kebersihan kamar tidur dan sekeliling kami, demi meminimalkan anak - anak dari paparan kuman. 

Berikut beberapa pencegahan penyebaran yang saya lakukan :
1.Asi eksklusif
2. Imunisasi
3. Menutup mulut saat bersin atau batuk
4. Menggunakan produk dengan kandungan antiseptik. Tidak menyentuh mata, hidung, mulut setelah menyentuh barang di area umum,
5. Makanan bergizi
6. Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan seperti mencuci tangan dan membersihkan benda yang digunakan di area umum.

Mitu baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic
Karena saya termasuk ibu yang gemar dengan hal yang praktis, Akhirnya saya memutuskan menggunakan tisu basah bayi antiseptik, mengapa saya memilih tisu basah antiseptik alasannya simple saja karena saya masih memiliki bayi yang kulitnya harus dijaga, dan saya menggunakan Mitu Baby tisu basah antiseptik.  Awalnya saya mengira kalau Mitu Baby hanya bermanfaat untuk mengelap sisa poop atau membersihkan pantat bayi saat bepergian, ternyata Mitu Baby memiliki beberapa variant dengan berbagai manfaat di dalamnya. Beberapa variant Mitu Baby yang saya gunakan saat ini adalah Mitu Baby Changing Diapers Wipes, Antiseptic Wipes, Fresh & Clean Wipes.



Jujur mengapa saya memilih Mitu Baby, karena dari awal saya memilki anak pertama dulu, saya menggunakan Mitu Baby untuk membersihkan kulit sensitif anak pertama saya saat membersihan setelah poop, dan menurut saya packaging terlihat lux walaupun dengan harga terjangkau. Yang saya suka dari Mitu Baby, selain jenis tisu yang sangat halus dan lembut. Mitu Baby juga memiliki Formula antiseptik alami dengan fungsi 3 in 1 yaitu Tea Tree Oil yang berfungsi sebagai antiseptik alami yang teruji melindungi kulit bayi dari bakteri, Embossed Wipes dengan permukaan khusus bermanfat membersihan lebih bersih dan Mitu Baby mengandung Mosturizer yang bermanfaat menjaga kulit bayi tetap lembut. Dan ma, sekedar informasi, tisu basah antiseptik yang memiliki kandungan tea tree oil, emboss dan moisturizer ini hanya varian Mitu Baby Antiseptic lho, makanya saya pilih Mitu Baby Antiseptic karena kandungannya yang lengkap.

Ini adalah beberapa variant Mitu Baby yang saya gunakan :

1. Mitu Baby Antiseptic Wipes 

Mitu baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic

Mitu Baby Antispetic biasanya saya gunakan di rumah saat anak - anak hendak mengambil camilan kesukaannya, seringkali anak - anak malas  ke dapur sekedar mencuci tangan. Jadi saya mengandalkan variant Mitu Baby ini.

2. Mitu Baby Fresh & Clean Wipes

Mitu baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic

Variant ini selalu ada di tas saya, biasanya saya gunakan saat saya turun dari transportasi publik yang tentunya telah menempel  berbagai kuman di dalamnya. Mitu Baby Fresh & Clean Wipes juga menjadi andalan saya saat membersihkan mainan anak - anak dengan cepat saat akan dimainkan anak - anak.

3. Mitu Baby Changing DiaperWipes

Mitu baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic

Ini adalah variant  Mitu Baby Antiseptic favorite saya, karena selalu setia menemani saya sejak anak pertama lahir, hingga saya memiliki anak kedua saat ini. praktis untuk digunakan di rumah maupun diperjalanan. 

Mitu Baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic

Mitu Baby Antiseptic
Mitu Baby Antiseptic


Sekarang, anak - anak bebas berekplorasi di dalam maupun di luar rumah tanpa khawatir bakteri, senangnya ada Mitu Baby Antiseptic yang mengerti kekhawatiran orang tua seperti saya dan menjadi salah satu solusi untuk kemajuan tumbuh kembang anak - anak. Terima kasih Mitu Baby Antiseptic....

 

6 komentar:

  1. Alhamdulilah si Kecil bebas bereksplorasi ya Mam, tidak takut lagi oleh kuman.

    BalasHapus
  2. Alisa pun juga suka loh menggunakan Mitu Baby kemana saja selalu sedia.

    BalasHapus
  3. Saya juga awalnya sangat membatasi aktifitas anak, tapi ternyata ngga baik, dilemanya adalah ancaman kuman. Selalu sedia mitu baby tisu basah antiseptik agar anak terlindung dari kuman ya bun

    BalasHapus
  4. Baru tau loh ternyata varian mitu berbeda fungsi nya. Walaupun sering baca tapi sering dicuekkin gitu, pikir sama2 tisu basah, padahal kandungannya beda2. Hahaa

    BalasHapus
  5. Varian Mitu lengkap ya Mba. Tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan, harumnya juga lembut.

    BalasHapus
  6. Hayoooo aiko di berantakin aja berantakin nanti tinggl elap pakai mitu ❤

    BalasHapus

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Silakan tulis komentar :)

Cara mengisi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. 9 URL Blog, bukan URL postingan. JIka tidak punya blog, kosongkan saya kolom URL, namun jangan lupa isi namanya. Terima kasih :)

@mamaayuutami