Senin, 09 Desember 2019

8 Drama Korea Terbaik Untuk Me Time Di Rumah


Annyeonghaseyo Moms, semenjak resign sampai saat ini, untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas di rumah, saya jadi senang nonton drama korea (drakor) pas anak-anak tidur. Menurut saya cukup menjadi hiburan untuk mengembalikan kewarasan saya menghadapi hiruk pikuk kegiatan anak-anak di rumah hihihi...

Senin, 02 Desember 2019

Serunya Nonton Frozen 2 Bareng Keluarga


Film anak yang dinanti hampir 6 tahun akhirnya tayang di bioskop. Frozen pertama yang rilis di tahun 2013 sukses masuk ke dalam top 25 film terlaris anak-anak di seluruh dunia.

Di tahun 2019, sekuelnya yaitu Frozen 2 mulai tayang pada tanggal 22 November 2019 kemarin. Dan film ini disambut oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa termasuk saya.

Kemarin, saya sengaja nonton bareng keluarga pada hari kerja disore hari, selain harga tiket lebih hemat, nonton di hari kerja juga sedikit mengurangi padatnya di dalam bioskop.

Kamis, 28 November 2019

The Story, English Fun Learning Time For Kids

learning-time-the-story

Hi moms apa kabar? Saya ingin cerita nih, beberapa waktu lalu saya mendapat kejutan kiriman dari Learning Time. Pasti mom viewers penasaran kan, apa sih Learning Time itu.

Learning time adalah salah satu penyedia early learning program yang sangat diminati di manca negara, dan Learning Time kini hadir di Indonesia untuk menyediakan program pendidikan anak usia dini yang terbaik dan terkini, medianya berupa buku dan multimedia yang menarik dan modern.

Dan beruntung, saya menjadi salah satu orang yang pertama kali melihat program baru dari Learning Time yaitu The Story. Saya mendapat sebuah box yang sangat menggemaskan, berisi berbagai media pengajaran yang sayapun happy melihatnya.

Jumat, 15 November 2019

Yuk Deteksi Gejala Kanker Serviks Dengan Tes IVA Di Bidan Terdekat

documentation by bidan Santi

Menjadi seorang wanita, sepatutnya selalu menjaga kesehatan, karena wanita sangat rentan terhadap penyakit bila kita tidak waspada sejak dini. Ada beberapa penyakit yang memiliki risiko tinggi terhadap wanita, yaitu kanker serviks.

Kanker serviks atau biasa disebut juga kanker leher rahim adalah sejenis kanker yang tumbuh sel - sel disekitar mulut rahim. Berdasarkan data dari Kemenkes RI tahun 2017, terjadi sekitar 15,000 kasus kanker serviks yang diderita oleh wanita indonesia.

Gejala awal kanker serviks tidak dapat dirasakan dengan kasat mata, seringkali wanita atau wanita yang telah berumah tangga merasa dirinya sehat saja. Namun, tahu kah moms? Bila terjadi gejala-gejaka tak nyaman pada tubuh yang dapat kita rasakan, bisa jadi kanker serviks telah masuk ke tahap stadium lanjut.

Senin, 11 November 2019

Yuk Piknik Bawa Bekal Dari Rumah Pake Tupperware Carry Away High




Hi moms, menjelang akhir tahun, biasanya sebagian besar parents membuat rencana untuk berlibur akhir tahun bersama keluarganya. Sayangnya, hal tersebut sepertinya tidak dapat diterapkan di keluarga kecil kami, mengingat suami berlayar tidak tentu waktu cutinya Jujur, kadang bingung bagaimana supaya quality time keluarga tetap didapat saat suami di rumah.

Akhirnya saya dan suami mendapat ide untuk piknik bersama anak-anak. Kami memilih tempat piknik yang tak begitu jauh dari rumah, supaya waktunya tidak habis di perjalanan.Kebun binatang atau nuansa alam biasanya jadi pilihan piknik kami.

Rabu, 25 September 2019

Satu Tahun Setelah Resign Dan Menjadi Stay At Home Mom

resign-dan-menjadi-stay-at-home-mom

Menjadi stay-at-home-mom (SAHM) sebenarnya bukan cita-cita saya dulu, karena jujur awalnya saya ingin menjadi working mom hingga anak-anak besar. Rasanya asik membayangkan menyibukkan diri dengan kerjaan kantor, sedangkan anak-anak di rumah fokus dengan aktivitasnya. 

Tapi cita-cita itu buyar setelah saya memutuskan untuk resign tahun lalu. Tepatnya bulan ini genap 1 tahun saya resign dari dunia working mom dan beralih ke dunia stay-at-home-mom.

Jumat, 09 Agustus 2019

Kemeriahan Pekan ASI Sedunia Bersama Komunitas Aku Cinta ASI - ACA Indonesia Dan My Baby

aku-cinta-asi-aca-indonesia-my-baby

Tanggal 1-7 Agustus 2019 bisa dibilang adalah tanggalnya ibu menyusui di seluruh dunia, karena 1 pekan tersebut adalah Pekan ASI Sedunia yang disambut meriah setiap tahun oleh seluruh pejuang dan penggiat ASI.

Kamis, 25 Juli 2019

Pengalaman Terkena Rubella Saat Hamil

pengalaman-terkena-rubella-saat-hamil

Hi moms, saya ingin bercerita tentang pengalaman saya terkena rubella saat hamil si sulung, yang sampai saat ini masih menjadi pengalaman tak terlupakan, mungkin entah sampai kapan.

Setelah keguguran saat saya hamil pertama kali, sebenarnya juga menyisakan cerita sedih karena harus kehilangan janin yang saya kandung. Namun kemudian pada awal tahun 2011, Allah memberi kesempatan kembali pada saya hamil si sulung.

Sabtu, 20 Juli 2019

Hansaplast Spray Antiseptik Pembersih Luka Gak Pake Perih

hansaplast-spray-antiseptik

Hi moms, bulan juli adalah bulan spesial untuk saya, karena di bulan ini saya berulang tahun. Waktu sangat cepat berlalu ya moms, tidak terasa, sudah hampir 1 tahun saya menjadi stay at home mom. Waktu yang cukup menurut saya untuk beradaptasi dengan kegiatan full di rumah. Jujur, saat si sulung lahir, saya ingin menjadi mama terhebat, yah setidaknya bagi anak-anak saya.

Rabu, 17 Juli 2019

Fearless Beauty With Econature Eye Cream & Peel-off Mask Sariayu Martha Tilaar




Definisi Cantik menurut saya terlihat dari tutur katanya yang santun, pembawaan diri yang tenang dan sikapnya yang humble, karena kecantikan yang sesungguhnya terpancar dari dalam dirinya (inner beauty). Untuk kecantikan paras wajah, setiap wanita punya caranya sendiri untuk tampil cantik, karena saya yakin semua wanita terlahir dalam keadaan cantik alami.

Selasa, 09 Juli 2019

Bahagiakan Dirimu. Ini Tips Dari Para Mama Muda


Banyak yang bilang kalau menjadi bahagia itu adalah pilihan. Artinya kita dapat menentukan sendiri apakah kita ingin bahagia atau tidak. 

Menjadi bahagia tentunya akan mengeluarkan rasa rileks dan happy dari dalam diri kita, yang tentunya menularkan energy positif bagi diri kita dan orang - orang sekitar kita.

Jumat, 28 Juni 2019

Pengalaman Menyusui Saat Hamil | ASI Talk With Maiko

Hallo mom, sebelumnya perkenalkan saya Dani ibu dengan 2 anak👩‍👦‍👦.. saya mau sedikit sharing pengalaman menyusui saya saat hamil anak kedua kemarin. Anak pertama saya, javed, saat ini usia 21 bulan dan Anak kedua saya, omar, saat ini usia menginjak 2bulan 3mgg.

Jadi gini mom, saya tahu hamil anak kedua saat javed usia 1tahun (pas skali pagi hari saat ulang tahun’a) dan posisi’a javed masih full ASI. Bener” nyari ASI saat dia mau tidur malam dan mendusin tengah malam😊

Jd bingung, mau stop asi atau lanjut.Akhir’a coba stop, sedikit” mulai menyapih dgn cara dia minta d kasih, gak minta ya gak d kasih (sempet sedih sih, karna jd gak bs full asi sampai 2th). Sambil coba” cari sufor dan yaaaa susah bgt buat javed suka sm sufor. Setiap d kasih sufor dia mual kdg sampe mau muntah. Berkali” d coba tetap gak bisa juga dan fix dia gak suka sufor. Coba beralih k UHT, alhamdulillah anak’a suka. Frekuensi menyusui sudah mulai berkurang, hanya tinggal saat malam hari saja. Berkali” d coba untuk gak ksh asi saat dia terbangun tengah mlm (hanya gendong) tp tetep nangis kejer dan belum bisa diem, tidur lg kalau belum dpt ASI nya (karna gak tega, akhrnya d susuin lagi).

Hingga tiba Saat kontrol k obgyn dan dsa mreka bilang boleh untuk tetap menyusui. Akhir’a dgn keyakinan yg kuat, tetep lanjut asi selama hamil. Banyak pro kontra memang, tp selama kita tau kemampuan badan kita dan janin terus sering tanya k dokter, baca artikel bermanfaat, insyaAllah aman.

Selama nyusuin, cuma d awal waktu umur 5bulan agak nyeri yg mana memang riskan ya untuk kontraksi atau hal yg bahaya makanya sambil nyusuin sambil coba lg ksh javed UHT dan gendong” kalau trbangun tengah malam, walaupun gagal maning😂

Segala macam yg kata orang kasih pait”, pedas”, gak mempan, malah javed enjoy aja dgn kepaitan dan kepedasan yg d kasih😅. Jadi ya udah, karna yakin bisa akhirnya lanjut asi sampai waktu 1hari sebelum melahirkan, dan berlanjut sampai saat ini (tandem nursing)😬

Hasil dari menyusui selama masa kehamilan itu ternyata😭😭😭😭😭 manfaat buat anak kedua bagus banget. ASI lebih berlimpah d banding waktu abis lahiran javed. Di hari kurang dari seminggu, stok asi udah mencengangkan alias extraaaaa persediaannya dan yg buat sedih bahagia ukuran cc yg saya idam” kan waktu nyusuin anak pertama yg jarang kesampean, skrg kesampean dalam wktu pompa asi d 5 menit (kanan/kiri @120-160ml) per 2jam, 1 PD setelah menyusui pun d pompa msh dapat 80ml.

Intinya adalah :

Menyusui selama hamil belum tentu buruk. Ketika kita tau apa yg kita rasakan, yakin apa yg kita inginkan, berusaha dan berjuang dan yg paling penting jgn d makan mentah” omongan orang yg larang kita.

Tujuan mereka baik untuk mengingatkan kita wlwpun kadang nakut”in ya😄 tp ambil positif’a aja dari omongan kontra’a orang lain, kita ambil positif’a yaitu kita harus rajin kontrol dan tau betul kondisi kita dan janin.

Buat yg lagi hamil dan masih menyusui, lanjutkan kalau memang kesehatan’a gak ada masalah yaaaa..

Karna selain hasil asi yg lancar, insyaAllah kebutuhan si kakak setidak’a bisa kita penuhi secara maksimal..

Sekian..

Semangat mengASIhi selama kehamilan❤️❤️❤️

Senin, 24 Juni 2019

Berenang Dan Bermain Air Di Rumah Ibu Waterboom

rumah-ibu-waterboom

Hi moms, masih dalam suasana lebaran, tahun ini rumah saya menjadi base camp ponakan - ponakan yang sedang liburan sekolah. 

Cuaca di citayam daerah rumah saya sedang cerah, karena kolam plastik di rumah tidak bisa menampung banyak anak bermain, akhirnya saya dan suami mengajak anak - anak berenang dan bermain air di waterboom dekat rumah, Rumah Ibu Waterboom namanya, dan berlokasi di cibinong jawa barat.

Minggu, 16 Juni 2019

Pengalaman Pertama Anak Ke Dokter Gigi

Proses pertumbuhan anak memang selalu menjadi bagian dari setiap orangtua. Termasuk saya, yang selalu belajar dengan memantau tumbuh kembang anak.

Baru - baru ini, anak sulung saya memiliki pengalaman pertama kali cabut gigi. Pengalaman baru juga tentunya untuk saya sebagai orangtua.

Sabtu, 15 Juni 2019

Bolu Marmer Cemilan Anak Di Rumah

Bolu-marmer
Hi Moms, liburan sekolah telah tiba, tentunya moms sedang merencanakan perjalanan libur bersama keluarga atau barangkali memilih quality time di rumah saja seperti saya. 

Mumpung libur sekolah, saya sedang senang berkreasi membuat cemilan anak di rumah, dan saya memilih cemilan yang simple proses pembuatannya. Saya suka melihat resep - resep di internet dan sering juga minta resep dari kakak saya yang hobi membuat cemilan anak juga di rumah.

Kali ini Saya ingin berbagi resep yang saya dapat dari kakak saya dan cara pembuatannya, barangkali moms ingin coba membuat untuk anak - anak di rumah. 

Bahan Pertama :
7 Butir Telur
100 gr gula pasir
1/2 sdm SP
20 gr susu bubuk
10 gr maizena
1 sachet vanilla bubuk

Bahan Kedua :
Margarin cair 50 ml
Minyak goreng 25 ml

Bahan Ketiga :
Coklat bubuk 1 sdt



Cara Membuat :

  • Masukkan seluruh Bahan pertama ke dalam baksom, lalu mixer hingga mengembang. 
  • Kemudian masukkan bahan kedua ke dalam adonan yang sudah mengembang, lalu aduk rata.
  • Bagi menjadi 2 adonan, yaitu adoan A sekitar 90% dan adonan B sekitar 10%.
  • Campur adonan B dengan bahan ketiga, lalu aduk rata.
  • Kemudian masukkan adonan A ke dalam loyang yang telah dilapisi margarin.
  • Lalu masukkan adonan B kedalam loyang sebagai hiasan, dan dapat diukir dengan garpu kecil.
  • Setelah itu masukkan oven dengan suhu 200 derajat. Selama 20 menit.
  • Keluarkan dari loyang, kemudian sajikan Bolu Marmer super lembut untuk anak - anak di rumah. 


Selamat mencoba moms...

Kamis, 11 April 2019

Kenapa Kamu Rela Menyusui? | ASI Talk With Maiko


Kenapa kamu rela menyusui? Pertanyaan itu dilontarkan suami saya saat kami sedang ngobrol santai.
Saya sedang memotong-motong bayam,  suami menemani sambil duduk di samping saya, dan Anak-anakpun sedang tidur sehingga kami bisa santai sejenak seperti ini.

Seketika saya sisihkan bayam di tangan dan menghela nafas, Saya tidak menyangka pertanyaan ini keluar dari mulut suami saya.

Ya, suami saya adalah ayah ASI, sosok yang mendukung saya menjadi ibu menyusui, rela menyuapi saya saat tidak sempat makan karena kelelahan menyusui saat itu,  bahkan kakinya ringan melangkah mengantarkan saya kontrol ke klinik laktasi.

Kenapa kamu mau bersusah susah menyusui anak2 dek? Kenapa kamu tidak memompa dan lantas memberikan ASImu pada anak2 via dot? Toh juga tidak masalah. Dan kenapa juga kamu tidak memberikan anak2 sufor, toh anak-anak sufor juga sehat?

Pertanyaan bertubi-tubi kembali dilemparkan suami pada saya.

Tidak terasa air mata saya membasahi pipi,seperti mengulang kembali video proses menyusui kedua anak saya yang sangat tidak mudah.
pixabay.com

Mulai dari kesulitan menyusu, tongue tie & lip tie, nipple pore sampai mastitis. Alhamdulillah semua sudah terlewati.

Hun, aku menyusui dengan keras kepala semata-mata hanya ingin menjalankan perintah Allah kepadaku. Sehingga kelak jika aku dihisab, ada 1 kewajibanku yang bisa kupertanggung jawabkan. Demikian jawabku mantab kepada suamiku.

Dan meluncurlah berbagai penjelasan dariku. Menyusui ini ibadah yang hanya sebentar, hanya 2 tahun. Sangat sebentar dibanding dengan ibadah lain yang dilakukan seumur hidup.
Aku tidak ingin kehilangan ibadah ini.

Kenapa pula aku tidak ingin memberikan dot pada anak-anakku? Kembali lagi bahwa aku ingin menghindari segala halangan yang menyebabkan anak2 tidak mau menyusu padaku. Jika anak-anak tidak mau menyusu padaku, maka hilanglah kesempatanku untuk beribadah pada Rabb ku.

Kenapa pula aku tidak memberikan anak-anak sufor? Aku bukanlah seseorang yang meng-haramkan sufor. Boleh jika ada indikasi medis atau hal tertentu, tapi tentunya dosisnya harus sesuai keputusan petugas medis setelah segala daya upaya dilakukan.

Namun jika  tidak ada indikasi apapun, mengapa harus memakai sufor? Relakah aku menukar pahala di setiap tetes air susuku dengan sufor? Tentu tidak!

Masalah sehat atau sakit, kuserahkan semua pada Sang Pencipta. Tugasku hanya menjaga amanah dari-Nya dan memberikan yang terbaik dari apa yang telah diberikan Allah kepadaku, yaitu Air Susu Ibu.

-DS Prabawaningsih-

Tulisan ini dikirim oleh salah satu ibu menyusui komunitas Aku Cinta ASI(ACA) untuk kolom ASI Talk With Maiko

Sabtu, 06 April 2019

Pengalaman menyusui Kembali Dengan Relaktasi | ASI Talk With Maiko

pengalaman  menyusui kembali dengan relaktasi


Menyusui adalah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT pada setiap ibu untuk bayinya dengan penuh keyakinan. Dan tidak sedikit ibu hebat di luar sana yang berjuang demi memberikan ASI sebagai hak bayinya hingga 2 tahun.

Dalam ‘ASI Talk With Maiko’ kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang satu lagi ibu hebat yang dengan tekad kuat dapat menyusui kembali bayinya yaitu mom Reka Dewi Farid. Mom Reka yang pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri ini, berhasil kembali menyusui bayinya setelah berjuang dengan relaktasi rawat inap karena bayi bingung puting dan rela bersusah payah membawa ASIP saat perjalanan dinas dari New York ke rumah Indonesia demi memberikan hak bayinya. Merinding saya mendengar ceritanya.

Mari mom, kita ikuti cerita mom Reka yang inspiratif berikut :

“Our body gives what’s best for our baby” adalah mantra yang saya ucapkan berulang-ulang untuk menguatkan usaha saya dalam melakukan exclusive breastfeeding (menyusui langsung secara eksklusif), seberat apapun tantangannya. Mantra tersebut mengandung 2 makna: (1) ASI adalah yang terbaik untuk bayi kita, sehingga buang jauh pemikiran untuk ‘menyerah’ dengan mudahnya memberikan sufor saat mengalami kendala dalam menyusui; dan (2) Allah SWT memerintahkan Ibu untuk menyusui bayinya hingga 2 tahun, tentunya dengan memberikan tubuh Ibu ‘kemampuan untuk menyusui. Mantra tersebut telah membuat saya berhasil menyusui si sulung, Aisyafarra, hingga 3 tahun dan semoga akan terus menyemangati saya dalam menyusui si bungsu, Zayd yang pernah ada Tongue-Tie dan sempat bingung puting.

Zayd, Tongue-Tie, Frenotomy

Berbeda dengan kakaknya,  Zayd (7 bulan) sejak lahir mengalami kesulitan dalam menyusu. Saat saya cek memang ada indikasi Tongue-Tie (TT), yang kemudian dikonfirmasi oleh dr. Ayi Dilla, SPA. Saya mengenal tentang TT dan frenotomy sejak 7 tahun yang lalu saat hamil anak pertama, sehingga saya menyetujui saran dokter untuk dilakukan tindakan frenotomy (insisi) dengan tujuan agar Zayd bisa menyusu langsung.

Frenotomy dilaksanakan saat Zayd berusia 4 hari. Karena tidak bisa dilakukan di rumah sakit tempat saya bersalin, maka dengan berjalan tertatih menahan rasa sakit pasca operasi caesar, saya bawa Zayd untuk diinsisi. Setelah tindakan frenotomy, saya kontrol ke dokter kembali 3 hari kemudian. Dan diharuskan melakukan senam lidah setidaknya 5 kali dalam sehari selama 3 minggu. Ternyata setelah proses frenotomy tidak semudah yang saya bayangkan, Zayd di rumah tidak langsung bisa menyusu. Karena tidak tega melihat Zayd belum berhasil menyusu hingga usianya 7 hari, saya mengambil jalan pintas dengan memberikan ASIP via dot. Jauh dari harapan saya, kemampuan Zayd menyusu tidak kunjung membaik, malah ada penolakan saat disodorkan payudara. Confirmed, Zayd jadi bingung puting.

Kesulitan Zayd dalam menyusu langsung bertambah parah saat Zayd harus dirawat secara intensif di NICU karena kadar bilirubin tinggi. Zayd harus dipisahkan sementara dari saya, tanpa senam lidah, dan harus diberikan ASIP via media lain. Sepulangnya dari perawatan NICU, Zayd semakin tidak mengenali payudara saya, dan saya merasa harus segera menemukan jalan keluar untuk mengatasinya.

Relaktasi Rawat Inap Bingung Puting 

pengalaman  menyusui kembali dengan relaktasi

Atas rekomendasi dr. Ayi Dilla, Zayd menjalani rawat inap bingung puting (ranap bingput) untuk relaktasi di usia 12 hari di RS Permata Bekasi. Metode relaktasi yang digunakan dalam ranap bingput ini yaitu:
  1. Mengoptimalkan bonding antara ibu-bayi dengan 24 jam skin-to-skin-contact; Ibu hanya memakai pakaian dalam dan bayi hanya memakai diapers lalu gendong kangguru selama perawatan.
  2. Memperbaiki pelekatan, menemukan style menyusui yg tepat/cocok dan memastikan senam lidah bayi (pasca insisi) dilakukan;
  3. Menggunakan alat bantu berupa supplement nursing system (SNS) dan obat-obatan bagi bayi (jika diperlukan). Obat CTM dengan dosis tepat berfungsi untuk menenangkan bayi sehingga kegiatan melatih pelekatan dengan benar dapat lebih efektif.
Semua kegiatan di atas dilakukan dalam pengawasan dokter/konselor laktasi yang melakukan visit 3 kali dalam sehari. Dalam setiap kali visit, dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan bayi dalam menyusu. Selain itu, para dokter/konselor laktasi juga tidak segan mengajak ngobrol dan melakukan pendekatan psikologis terhadap ibu.

Pada hari pertama dan kedua Zayd masih rewel dan menolak. Lalu pada hari ketiga Zayd menunjukkan kemajuan dalam kemampuannya untuk menyusu payudara kiri. Awalnya hanya dua-tiga hisapan, lalu berhenti dan menangis. Pada hari ketiga ini pula pemberian CTM dihentikan karena sudah tidak ada penolakan. Pemakaian SNS pun juga dihentikan karena kebetulan aliran ASI saya deras dan mencukupi. Selanjutnya, pada hari keempat zayd mulai bisa menyusu pada payudara kanan, setelah diketahui bahwa football style adalah yang paling cocok dan nyaman bagi Zayd (saat itu). Akhirnya di hari berikutnya DSA mengijinkan kami pulang setelah melihat kemajuan Zayd dalam menyusu dan DSA merasa yakin kami bisa meneruskan ritual skin-to-skin contact maupun senam lidah secara mandiri di rumah.

Keberhasilan Ranap Bingput dan Tantangan

Setelah 3 hari ranap, saya kembali untuk kontrol. Zayd menunjukkan peningkatan berat badan (BB) yang memuaskan dan kadar bilirubin juga normal, sebagai hasil dari keberhasilan menyusu. Menurut catatan, 7 hari pasca ranap bingput BB Zayd naik sebanyak 500 gram dan terus mengalami peningkatan di bulan-bulan berikutnya. Saya termasuk salah satu dari 95% pasien ranap bingput yang berhasil direct breastfeeding (dbf) setelah menjalani perawatan.

Setelah melalui “badai” bingput, saya bergabung dalam komunitas pendukung ASI (ACA), komunitas TT & LT, dan sejenisnya untuk sekedar sharing pengalaman dan saling menyemangati para ibu yang mengalami kesulitan menyusui. Dari berbagai pertanyaan dan komunikasi tentang ranap bingput, dapat saya rangkum beberapa tantangan yang seringkali dihadapi oleh calon pasien maupun pasien ranap bingput, diantaranya:

1.      Terdengar Tidak Logis 

pengalaman  menyusui kembali dengan relaktasi

Pertanyaan utama yang saya terima adalah apakah metode-metode dalam ranap bingput sungguh efektif dan pasti berhasil. Pertanyaan ini selalu muncul karena sulitnya memahami korelasi antara skin-to-skin contact, teori pelekatan dan metode dalam ranap bingput dengan keberhasilan menyusui langsung, sehingga ranap bingput terkesan tidak logis. Menurut persepsi saya, breastfeeding is indeed beyond logic. Seperti halnya sulit menjelaskan bonding/ikatan batin yang terbangun antara Ibu dan anak karena menyusu langsung, maka diperlukan faith/keyakinan dan confidence di atas logic dalam menjalankan ranap bingput ini agar berhasil.

Suami saya juga pada awalnya menilai ranap bingput tidak logis.  Kemudian saya sampaikan bahwa yang saya butuhkan darinya adalah support/dukungan, kecuali suami punya cara lain untuk mengatasi bingput. Saya sudah melalui proses kehamilan dan melahirkan, dan saya tidak akan menyerah dengan tidak melakukan apa-apa melihat anak saya mengalami kesulitan dalam menyusu. Dukung saya selama menjalani ranap bingput, dan jika setelah itu Zayd tetap tidak bisa menyusu, maka saya akan menerima kenyataan harus exclusive pumping, itulah kesepakatan yang saya buat dengan suami.

2.      Kendala Biaya

Pertanyaan selanjutnya adalah tentang biaya yang dikeluarkan selama ranap bingput. Terkait hal ini banyak yang menyayangkan ranap bingput belum bisa ditanggung oleh BPJS maupun asuransi swasta.

Ada juga orangtua yang kebetulan tidak memiliki masalah biaya tapi setelah dihitung-hitung merasa sayang mengeluarkan sejumlah uang untuk ranap bingput. Bisa saya sampaikan bahwa biayanya jauh lebih murah bila dibandingkan dengan keharusan membeli sufor secara terus menerus, karena anak tidak bisa menyusu langsung. Belum lagi kerugian non-material jika bonding Ibu-anak tidak bisa optimal dan rasa berdosa karena tidak menjalankan perintah Allah SWT dan agama untuk menyusui hingga 2 tahun.

3.      Tekanan dari Orang Terdekat
Tekanan bisa datang dari suami, keluarga dan mertua ketika mempertanyakan apakah harus sampai rawat inap kalau sekedar skin-to-skin contact saja. Bagi saya pribadi, ranap itu penting agar Ibu bisa fokus dengan upaya mengatasi bingput ini. Dengan ranap skin-to-skin contact dapat dilakukan seharian tanpa intervensi, Ibu juga tidak harus memikirkan hal-hal lain di rumah (bebas drama) dan bisa punya waktu eksklusif Ibu-bayi saja.

Dari pengalaman, saya dapat menyimpulkan bahwa masa terberat adalah di hari pertama dan kedua, karena saat itulah kesabaran dan keyakinan kita diuji. Seorang ibu pasti merasa stress jika bayi masih terus menangis pada saat berusaha disusui, dan saat progress ranap bingput belum kelihatan, sehingga mulai mempertanyakan kembali efektifitas ranap bingput. 

Faith and Persistence adalah dua hal yang menguatkan saya saat itu. Faith: I believe in myself, in my body, that I can breastfeed my baby. Persistence: I will finish what I’ve started and will not give up, not now.

Saya bersyukur memutuskan menjalani ranap bingput atau biasa dengan sebutan relaktasi, sehingga bisa berhasil menyusui langsung sampai saat ini. Sebagai ibu, saya meyakini Zayd berhak mendapat ASI hingga 2 tahun sebagaimana dijamin dalam Al Quran. Saya juga yakin Zayd berhak mendapatkan usaha optimal dari orangtuanya demi keberhasilan menyusui, diantaranya dengan frenotomy dan relaktasi ranap bingput ini.


pengalaman  menyusui kembali dengan relaktasi

Secara singkat, saya mendefinisikan relaktasi ranap bingput sebagai usaha optimal para orangtua yang ingin bayinya berhasil (atau kembali) menyusu langsung dari payudara Ibu. Jadi, jangan mengaku usaha sampai mentok kalau belum sampai ranap bingput. Adapun usaha sampai mentok yang bernama relaktasi ranap bingput ini harus dijalankan dengan tuntas alias baru pulang setelah berhasil, tidak setengah-setengah. Masa menyusui di 2 tahun pertama kehidupan anak kita tidak akan bisa terulang kembali, pastikan kita melakukan hal yang benar untuk anak kita.

Demikian cerita relaktasi mom Reka yang pastinya dapat menjadi inspirasi breastfeeding mom, dan menguatkan tekad untuk memperjuangkan menyusui demi bayinya. Terus berjuang mom demi yang terbaik untuk buah hati kita. Salam mengASIhi...

Kamis, 28 Februari 2019

#hari2jenius Nyonya Pelaut Mengelola Departemen Keuangan Di Rumah

Jenius Connect

Semenjak berhenti bekerja tahun lalu. Praktis kegiatan saya di rumah hanya mengurus anak dan memastikan semua kebutuhan keluarga terpenuhi dengan baik.

Awalnya semua terasa baik - baik saja. Sampai akhirnya saya merasa ada yang tidak beres dengan aktivitas keuangan keluarga, saya mendapati dana yang diberikan suami untuk kebutuhan satu bulan, habis ditengah jalan sebelum akhir bulan, merasa bersalah, speechless karena bingung harus bagaimana.

Kemudian saya memberanikan diri curhat dengan salah satu teman baik saya yaitu mami Dewi mengenai hal ini. Ia memberitahu saya bahwa masalah itu bisa dibilang istilahnya adalah rembes atau bocor halus, karena tidak terasa tiba - tiba uang habis ditengah jalan. Saat ia bertanya pada saya, uangnya digunakan untuk pengeluaran apa saja, saya bingung menjawabnya karena saya pun lupa uangnya saya keluarkan untuk keperluan apa saja, kemudian ia memberi saran untuk mencatat disetiap pengeluaran yang terjadi.

Saya terus berpikir, bagaimana cara supaya pengalaman bocor halus dan rembes beberapa saat lalu tidak terulang lagi. Dan bersyukur saya punya ide untuk saya terapkan. Dulu, saat saya masih bekerja, saya ditempatkan di departemen keuangan, dan mempunyai tugas membuat laporan pengeluaran disetiap akhir bulan, dari sana ide tercetus untuk mencoba  memposisikan diri saya selayaknya sedang mengelola departemen keuangan sendiri di rumah. Dan dalam hal ini, saya memposisikan suami sebagai direktur utama dan penyandang dana di rumah. Jadi saya memiliki tugas mengirim laporan keuangan setiap bulan melalui email kepada suami yang sedang berlayar. Penasaran cara penerapan saya moms?

Ini  saya mengelola departemen keuangan di rumah :



Jenius Connect

Di awal bulan, saya membuat rencana pengeluaran bulanan, pengeluaran yang berulang setiap bulannya, hal ini saya lakukan supaya pengeluaran tidak melebihi rencana yang telah ditetapkan. Saya membuat rencana pengeluaran bulanan menggunakan ms excel, sengaja, supaya lebih rapi saat dibaca kembali.





Jenius Connect

Setiap hari saya konsisten membuat catatan kecil di secarik kertas setiap pengeluaran yang terjadi pada hari itu, saya menghindari pencatatan sekaligus pada malam hari, karena kadang saya lupa menuliskan dan akhirnya terlewat, setelah menuliskan kemudian saya simpan di dalam wadah.





Jenius Connect

Saat saya belanja di minimart dan sejenisnya, saya mengumpulkan semua bukti pembayaran belanjaan saya dan menyimpan bersama kertas - kertas pengeluaran dalam wadah yang sama.


Jenius Connect

Saat saya masih bekerja, diakhir bulan, saya mendapat tugas untuk membuat report pengeluaran bulanan, saya menerapkan hal itu di rumah. Saya membuat monthly report yang kemudian saya kirim kepada suami melalui email.  Hal ini saya lakukan mengingat suami saya berprofesi sebagai pelaut dan tidak dapat mengontrol secara langsung setiap hari di rumah. Cara ini berguna bagi saya serta suami untuk mengontrol dan menilai pengeluaran apa saja yang over atau mungkin perlu dikurangi nominalnya.

Semenjak berhenti bekerja, dan rutinitas  mengurus anak - anak yang cukup menguras waktu dan tenaga di rumah, ada rasa enggan untuk sering ke luar rumah, karena jarak rumah saya ke tempat keramaianpun  dapat dibilang cukup jauh dijangkau , misalnya ingin tarik tunai di atm untuk pengeluaran berbentuk cash saja, saya harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Kadang, menjadi stay at home mom itu harus bisa mencari ide baru demi suatu kemudahan. Dan saya mendapatkan kemudahan dari Jenius untuk mengelola departemen keuangan saya tanpa harus keluar rumah. 

Penasaran dengan Jenius? Berikut cerita #hari2jenius saya...




Jenius adalah layanan perbankan terbaru bank BTPN berbasis aplikasi. Aplikasi keuangan dari bank BTPN ini dapat di-download langsung melalui smartphone. Aplikasi ini sangat aman karena pada awal saya mencoba, ternyata dibutuhkan 2 kali otentikasi keamanan saat akan mengakses aplikasi ini. Menurut saya aplikasi keuangan ini sangat mengerti ibu rumah tangga seperti saya, karena sangat memanjakan dan memudahkan nasabah dalam mengelola keuangannya semudah menjentikkan jari.


Penasaran dengan kemudahan Jenius? Ikuti cerita saya moms...



Jenius Connect

Awal saya mengetahui aplikasi Jenius, pada saat saya melihat iklan Jenius yang memberikan gratis biaya transaksi transfer antar bank. Hati siapa yang tidak senang mendengar kata gratis. Yes moms, sebagai seorang istri merangkap departemen keuangan di rumah, saya harus pintar - pintar meminimalkan pengeluaran, salah satunya biaya transaksi antar bank. Gratis biaya transaksi saya butuhkan saat akan transfer antar bank ke sub - sub rekening yang sudah saya rencanakan diawal bulan. Tidak tanggung - tanggung lho,  saya mendapat 25 gratis biaya transaksi tiap bulannya untuk transaksi saya dari Jenius.

Dan bukan hanya itu moms, Jenius juga memberikan gratis 25 biaya transaksi penarikan tunai di ATM berlogo atm bersama, prima dan plus. Dulu saat masih bekerja, saya kurang suka hari senin, tapi sekarang setelah berhenti bekerja dan kenal Jenius,  saya jadi suka hari senin, thank you Jenius.

Jenius Connect

Dalam aplikasi Jenius, terdapat fitur e-wallet center, fitur ini saya gunakan saat saya ingin top up dana ke beberapa e-wallet saya. Saya sangat suka dengan fitur ini, karena caranya yang mudah dan prosesnya yang cepat,  one time process dalam hitungan detik dana langsung masuk ke e-wallet yang dituju. Saya sering menggunakan fitur ini saat akan order ojek online ataupun sedang ada promo cash back menggunakan e-wallet tertentu.


Jenius Connect

Jujur semenjak kenal Jenius, saya tidak hanya suka hari senin, tapi hari lain pun terasa menyenangkan, seperti ini contohnya, saya bisa belanja online menggunakan Jenius Pay dan mendapatkan cash back yang cukup lumayan banyak, dan membuat saya terus tersenyum. Ah... indahnya dunia.
 
Jenius Connect

Saya sempat mengajukan rencana simpanan dana baru pada suami untuk memulai tabungan investasi. Awalnya saya ingin membuka rekening baru di bank untuk menyimpan dana tersebut, lalu saya ingat ada salah satu kemudahan dalam aplikasi Jenius untuk membuat kartu atm baru yang dapat saya manfaatkan sebagai tabungan investasi. Kartu atm langsung dikirim ke rumah dengan proses yang sangat cepat.


Jenius Connect

Bagi moms yang ingin menabung untuk mempercepat mewujudkan mimpinya, 3 saving facilities dari Jenius ini dapat dimanfaatkan moms, kalau saya sudah mencoba menggunakan Flexi Saver untuk simpanan saat ada dana lebih dari jatah uang belanja bulanan saya.

Jenius Connect

Sepertinya kata kemudahan transaksi dalam satu genggaman, sangat cocok saya tujukan pada aplikasi Jenius, karena banyak sekali fitur keuangan di dalam aplikasinya yang membantu saya dalam mengelola keuangan sehari - hari.

Bagi saya pribadi, Jenius memberi saya kenyaman dan kemudahan dalam transaksi, rembes atau bocor halus pada awal masalah keuangan saya telah teratasi, tepuk - tepuk pundak sendiri, karena beban mengelola departemen keuangan terasa mudah bersama Jenius. Bagaimana pengalaman moms dalam mengelola departemen keuangannya di rumah? Cerita yuk di kolom komentar...

Selasa, 05 Februari 2019

Pengalaman Nyonya Pelaut Mencari Asisten Rumah Tangga Dan Pengasuh Anak


Hi Moms... Beberapa waktu lalu saya membaca berita duka tentang bayi mungil mendapat perlakuan kurang baik dari asisten rumah tangga yang merangkap pengasuh anak. Jujur dada saya sesak dan ikut terasa hancur karena berita duka tersebut. Tidak ada orangtua manapun yang rela dan sanggup kehilangan buah hatinya dengan cara yang tidak baik bahkan menyakitnya seperti itu. Dan saya turut menyampaikan berduka cita.