Selasa, 05 Februari 2019

Pengalaman Nyonya Pelaut Mencari Asisten Rumah Tangga Dan Pengasuh Anak


Hi Moms... Beberapa waktu lalu saya membaca berita duka tentang bayi mungil mendapat perlakuan kurang baik dari asisten rumah tangga yang merangkap pengasuh anak. Jujur dada saya sesak dan ikut terasa hancur karena berita duka tersebut. Tidak ada orangtua manapun yang rela dan sanggup kehilangan buah hatinya dengan cara yang tidak baik bahkan menyakitnya seperti itu. Dan saya turut menyampaikan berduka cita.


Dalam artikel ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman saya mencari asisten rumah tangga (ART) sekaligus pengasuh anak saat dulu saya masih bekerja. Dan bersyukur sampai saya resign akhir tahun lalu, ART yang membantu saya selama saya bekerja dapat dipercaya hingga ia harus undur diri karena harus mendampingi suaminya yang sedang sakit.

Menurut saya, mencari ART sekaligus pengasuh anak yang handal dan dapat dipercaya susah - susah gampang ya mom, seperti mencari belahan jiwa, tapi karena hal tersebut menjadi salah satu kebutuhan working mom seperti saya dulu, jadi mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus teliti dalam mencari ART yang merangkap pengasuh anak.

Saya punya cara sendiri untuk mencari ART yang merangkap mengasuh anak - anak saya. mungkin cara ini telah dilakukan oleh moms juga. Berikut cara saya mencari ART merangkap pengasuh anak :

Berdayakan Warga Sekitar
Dari sebelum saya menikah, dan masih tinggal di rumah orang tua, mama selalu mengingatkan saya bahwa keluarga terdekat kita adalah tetangga dan warga sekitar. Jadi mama memberi saran, jika mencari asisten rumah tangga dan pengasuh anak sebaiknya cari tetangga terdekat atau warga sekitar rumah. Karena dengan begitu kita dapat dengan mudah mengetahui latar belakang orang yang akan kita pekerjakan dan tempat tinggal orang tersebut. Moms boleh meminta data diri sebelum mulai bekerja, seperti copy KTP dan copy keluarga. Hal ini untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan. Dan satu hal lagi, moms bisa lebih irit karena tidak perlu memberi ongkos pulang kampung saat ART libur fix season.

Usia 
Saat saya mencari ART, saya selalu mencari orang dengan usia 40 tahun keatas atau paruh baya, orang yang telah berkeluarga dan memiliki anak yang sudah besar. Kenapa? karena biasanya dengan usia paruh baya, jam terbang beberes rumah dan mengasuh anak sudah cukup banyak. Jadi saya selalu prirotaskan ART dengan usia tersebut.

Atitude
Sejak kecil,  saya ditanamkan pentingnya sopan santun dan etika oleh orang tua saya. Dan hal itu selalu saya junjung sampai saat ini, karena ART adalah orang yang akan saya percaya di rumah untuk membantu saya mengasuh anak - anak di rumah, maka menurut saya sangat penting mencari ART dengan sopan santun dan etika yang tinggi. Jadi saat calon ART masuk rumah saya pertama kali, dari sana saya mulai menilai, apakah ia cocok untuk menjadi ART saya kelak. Contohnya seperti apa mom? misalnya jika ia muslim dapat dilihat caranya masuk rumah, apakah mengucap salam, atau ucapan permisi dan berjabat tangan. Menurut saya hal ini penting untuk melihat seberapa besar sopan santun diawal pertemuan kami. Karena nantinya ia akan mendampingi anak saya di rumah dan saya tidak ingin anak - anak meniru bad atitude yang tidak dapat saya toleransi. Misalnya, kebiasaan latah kotor yang dapat ditiru anak.

Low Tech
Dalam mencari ART, saya mencari sosok yang tidak addicted technology. Maksudnya, saya mencari ART yang tidak terlalu mengikuti technology smartphone canggih, supaya nantinya ART tidak terpecah konsentrasinya saat mengasuh anak - anak. Dan bersyukurnya ART yang mengasuh anak - anak saya dulu tidak memiliki handphone dan akhirnya saya hadiahkan handphone terjangkau sekedar sms dan telephone di awal bulan ia bekerja untuk memudahkan saya berkomunikasi saat saya di kantor.

Rules
Saat saya klik dengan orang yang saya pilih menjadi ART, ada beberapa peraturan yang saya terapkan untuk disepakati bersama, supaya tidak ada yang merasa didzholimi atau tidak fair sejak awal. Biasanya peraturan yang kami sepakati seperti THR 1 bulan gaji setelah 1 tahun bekerja dan prorate THR sebelum 1 tahun kerja. Peraturan yang lain seperti boleh meminjam uang dalam waktu beberapa bulan dan dengan cicilan yang meringankan kedua belah pihak. Biasanya saya memberi pinjaman emergency seperti untuk pendidikan anak dan keluarga yang sakit. Dan peraturan yang lain seperti jam kerja atau potongan gaji saat ART berhalangan masuk kerja, potongan gaji dapat disepakati bersama supaya tidak ada yang merasa dirugikan.

Feeling
Salah satu hal yang tidak dapat kita ingkari adalah feeling kita moms. Saat kita mencari ART, feeling atas ART ini biasanya muncul di dalam hati, biasanya ada perasaan nyaman dengan ART ini, atau jika memang tidak cocok biasanya ada gejolak yang mengganjal dalam hati. Ikuti kata hati mom dalam hal ini. Karena hal ini akan berpengaruh untuk kedepannya. Jangan lelah mencari ART yang klik dengan kita mom, yang terbaik versi kita. Kerena sayapun mengikuti kata hati saya. Sebelum mendapat ART pengasuh anak - anak yang undur diri kemarin, saya telah mengganti 2 ART, ada yang baru sehari bekerja dan ada yang sudah bekerja 1 bulan. Tapi saya tidak patah semangat mencari ART terbaik versi saya, dan alhamdulillah mendapatkan hasil yang baik. So... keep swimming moms :)


Setelah mendapatkan ART yang klik dengan kita, ada yang jauh lebih berat, yaitu mempertahankannya. Memang susah - susah gampang moms, mempertahankan yang sabar dengan kita, yang sabar dengan anak kita dan yang mau mengikuti kemauan kita. Dalam artikel ini, saya juga ingin berbagi pengalaman, cara saya mempertahankan ART yang klik dengan saya :

Education
2 tahun lalu, selepas saya cuti melahirkan dan harus kembali bekerja, selain menitipkan anak saya yang berusia 6 tahun, saya juga menitipkan bayi saya yang baru 3 bulan pada ART di rumah, ada beberapa kebutuhan bayi yang harus terpenuhi seperti memberian ASIP, MPASI dan sejenisnya. Berhubung saya adalah salah satu pejuang ASI yang memberikan ASIP menggunakan cup feeder dan memberi MPASI dengan standar WHO, yang mungkin baru bagi ART saya, maka saya memberikan edukasi bagaimana cara memberi ASIP, membuat MPASI untuk bayi dengan teknik yang benar, supaya kebutuhan bayi terpenuhi tanpa membuat ART stres. Jangan segan mengikutsertakan ART dalam training yang menunjang kebutuhan kita moms, dan percayalah it's working for me.

Treat As Family
Suami saya selalu mengingatkan untuk menghargai dan merangkul ART selayaknya keluarga, kami memang tidak pernah membeda - bedakan atau membatasi, karena menurut suami, saat ART nyaman, maka akan berdampak baik dalam mengasuh anak - anak dan kita dapat lebih yakin mempercayakan pengasuhan saat saya dan suami bekerja. Terbukti ART sayang dengan anak - anak dan anak - anakpun sayang dengan pengasuhnya. Terlihat  saat ART undur diri tidak bekerja lagi, saya dan anak - anak seperti kehilangan keluarga dan sangat sedih.

Principle
Saya termasuk orang yang bisa menyembunyikan perasaan di rumah. Salah satunya saat ada hal yang kurang berkenan di hati saya, jika ada suatu pekerjaaan ART yang sedikit kurang sempurna menurut saya, selama itu bukan hal yang sangat prinsip, saya akan mengabaikan untuk menegurnya. Atau jika memang sedikit mengganggu, biasanya saya memberitahu di saat yang tepat, seperti saat ART hendak pulang, atau saat suasana hatinya sedang baik.

Reward
Memberi reward pada ART sah - sah saja menurut saya, apalagi jika ART harus bekerja ekstra saat moms lembur atau pulang telat barangkali. Biasanya saya membelikan sembako atau membawakan makanan saat saya harus lembur dan pulang malam, memberikan sedikit tip saat saya harus ikut trip kantor dan tidak bisa pulang pada hari itu. Atau yang paling simple jangan pernah lupa ucapkan terima kasih saat ART selesai bertugas hari itu. Bagi saya reward seperti ini dapat memberi semangat ART dalam bekerja.

Selain mempertahankan ART, kita juga dapat memonitor ART sambil melihat kondisi di rumah saat sedang bekerja di kantor. Saya memasang beberapa CCTV di sudut rumah, awalnya pemasangan CCTV untuk monitoring keamanan sekitar rumah saat malam hari , tapi ternyata belakangan sekaligus dapat memonitor kegiatan anak - anak yang kadang sedikit menguji kesabaran ART di rumah.

Walaupun akhirnya ART saya harus undur diri membantu saya. Alhamdulillah lebih dari 2 tahun semua berjalan dengan baik dan menyenangkan, saya dan suami tenang menitipkan anak - anak pada ART, dan ART pun nyaman membantu di rumah tanpa beban yang berat hingga saya memutuskan resign.

Semoga pengalaman saya mencari asisten rumah tangga merangkap pengasuh anak, sedikit memberi gambaran dalam mencari ART yang klik di hati. Semangat terus.

Mari moms, cerita juga pengalamannya di kolom komentar.

28 komentar:

  1. wah sekarang sulit2 gampang ay cari pembantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Tira, susah - susah gampang nyari ART hehehe

      Hapus
  2. iya mam Ayu, aku sampe shock baca berita itu sedih, sesak banget bagaimana pengasuh itu seperti ga punya hati yah :(

    nah aku juga ART sekarang alhamdulilah sudah 4 tahun ikut aku mam, kadang ada sebelnya juga tapi mau gimana juga aku ttp butuh dan setuju mending yg gaptek kayak art ku udah nenek2 soalnya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss Mam Herva, kita sehati, wihh mantab 4 tahun, semoga langgeng ya Mam Herva, ARTnya ikut dirimuu.

      Hapus
  3. nyari ART emang susah. apalagi yg jujur dan bener kerjanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Mbak Inez, makanya kita harus cermat, supaya dua belah pihak tidak ada yang dirugikan.

      Hapus
  4. Susah"gampang cr aisten rt skrg.. Pas ketemu yg cck enak.. Giliran yg hobinya main hp melulu ssh di ksh tau. 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha... selalu ada cara untuk cari yang klik Mbak Heni, semangatt terus cari sampai klik di hati

      Hapus
  5. ART ku yang sekarang sudah 8 tahunan ikut aku. Pulang pergi sih. Alhamdulilah kami sama -sama cocok. Usianya juga paruh baya dan gak ngerti gadget. Jadi enak kerjanya. Sebelumnya pas anak anak masih kecil juga paruh baya. Pakai ART nginep. Dan ikut lebih dari 3 th juga. Terpaksa pulang karena jadi ART nenekku di kampung. Jadi sebenarnya mudah mudah gampang sih cari ART. Tergantung kitanya juga memperlakukan mereka. Kalau kita baik dan enak juga mereka kerasan dan baik sama kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wowww hebat sampe 8 tahun. Syukurlah Mbak Nunung sudah dapet yang klik, ikut senang. semoga langgeng terus ya mbak Nunung sama ARTnya yang sudah 8 tahun

      Hapus
  6. Semua tipsnya oke banget mom.. setuju semuanya... ada beberpa yang sudah aku terapkan dan ada yang belum.. intinya perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya ya.. bagaimanapun juga mereka adalah manusia biasa yang butuh pengalaman yang baik dari orang-orang baik juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuuuu. memang intinya memperlakukan dengan sebaik - baiknya Mom Elly. ahhhh aku suka kata - kata dirimu...

      Hapus
  7. Cari ART itu sekarang sulittttt. Yang aman cari ibu2 yang udh agak berumur. Krn umumnya ngga paham gaget dan kehidupannya simpel banget. Kalau yg melek teknologi huhuhuu, banyak yg mainan hp sambil gendong dedeknya. Kan radiasi huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul huhuhu... aku malah nda sampe kepikiran radiasinya, makin ngeri ya kalau megang hp sambil gendong baby

      Hapus
    2. Iya mba, apalagi kalau ART kekinian pasti deh hp non stop jg hihihihi. Sama sih kyk kita hahahhaa.

      Hapus
  8. sepertinya first time deh saya mampir sini hehe
    gambar2nya lucu banget mbakk
    seru ya nyari ART itu nano-nano hahaha
    aku sih ART ini dapat deket2 sini aja, paling sebel kalau misal dia izin gak masuk dalam sehari uhuhuhuhu rumah berantakan wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Qiah sudah berkenan mampir, iyaaa bener hahahha, kalo ngga masuk sehari, rumah macam kapal pecah karena kita belum siap ya hahahahah, sama aku juga

      Hapus
  9. Setuju banget deh, mencari ART itu seperti mencari belahan jiwa. Dan pasti feeling kita berperan tuh ya. Thanks sharingnya Mba Ayu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Desy, kadang feeling jadi penentu keputusan kita. Terima kasih sudah berkenan membaca Mbak Desy.

      Hapus
  10. Kalo saran dari bunda elly risman, saat pertama kali bertemu dan interview ART kenai gaya bicaranya, ada kah unsur kekerasan dan emosional. Selanjutnya periksa handphone nya, adakah unsur pornografi. Terimakasih mama ayu tips lengkapnya jadi nambah referensi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wihhhh mantab, sampai sedetil itu ya Mama Cici, terima kasih tambahannya Mama Cici, sangat bermanfaat.

      Hapus
  11. Ya sama aku sampe skrng jg belom punya ART lagi...sejak hamil ada ARt tp abis lahiran gak ada...pusing akutu

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat Mam, semoga lekas dapat ART yang klik untuk bantuin ya

      Hapus
  12. Pernah baca juga ada pengasuh yg lalai jaga bayi karena sibuk mainan hape. Duh asli greget banget. Kalau aku lebih nyaman cari pengasuh yg ibu-ibu paruh baya yg gak terlalu banyak main hape. Hehehe tp bukan cari yg ga pegang hp sama sekali. Paling engga yakin kalau main hp pas waktu darurat aja buat ngabarin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya rata - rata memilih yang paruh baya ya. supaya lebih tenang saat dibantu ART dengan urusan rumah

      Hapus
  13. Sampai sekarang aku gak pernah punya ART, semua dikerjain sendiri. Pas punya anak pun sama. Tapi tips dari nyonya pelaut ini sungguh berguna lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uwoww... Mama Ai hebat, aku gantian minta tipsnya yaa

      Hapus
  14. aku bersyukuuuuur banget art dan babysitter ku baik2. dan udh lama ikut aku mba. itu juga beruntung, krn aku dpt nya tanpa mencari. yg art, itu ditawarin ama tetangga. katanya ada sodsranya di kampung yg anknya cari kerja di jkt. gpp jd art. ditawarin k aku. aku lgs mau laaah, secara memang butuh asisten krn baru nikah. walo msh muda, anaknya cekatan, rajin, sopan bangetttt, jujur, dan ga itung2an kalo kerja mba. aku ga berat naikin gaji dia tiap thn lah.

    yg baby sitter dapatnya krn tetangg juga . jd dia nau pindah ke bekasi, dan babysitternya yg wkt itu udh ikut 8 thn, ga mau pindah ke bekasi. krn jauh. akhirnya dikasih k aku. dgn seneng hati aku trima. apalagi reputasinya bgus, udh pengalaman jaga anak, walo udh tua sih. jd kdg aku maklum banget kalo dia srg capek. gpp, kerja santai aja. makanya utk urusan cuci2 baju anak, aku serahin ke laundry. supaya si mpok (aku manggilnya mpok) ga terlalu capek.

    kalo utk rewards, setahun sekali aku ajakin mereka liburan mba. ke medan, kliling jawa, aceh, thn ini planningnya bali :D. seneng banget itu mereka, bisa naik pesawat juga. yg kayak begitu aku harepin bisa bikin mereka loyal sih . karena biar gmn, susah mba hidupku tanpa para asisten :D.

    BalasHapus

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Silakan tulis komentar :)

Cara mengisi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL Blog, bukan URL postingan. JIka tidak punya blog, kosongkan saja kolom URL, namun jangan lupa isi namanya supaya tidak masuk SPAM. Terima kasih :)

@mamaayuutami