Tips Manajemen ASIP Dan Media Pemberi ASIP Pada Bayi Saat Ibu Bekerja

pemberian-asip-1

Masa menyusui adalah masa paling indah bagi saya, karena saat itu saya bisa sangat dekat dengan bayi saya dan saya bersyukur dapat menyusui si bungsu hingga lulus 2 tahun. Hal itu tak lepas dari perjuangan dan kendala-kendala dalam menyusui. Saya ingat saat menyusui si bungsu, saya masih aktif bekerja. Waktu itu setelah masa cuti melahirkan saya berakhir selama 3 bulan, saya kembali bekerja dari cuti melahirkan. 

Dan masa itu jadi sedikit membuat saya nervous karena saya harus meninggalkan si bungsu di rumah karena saya harus kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Agak mellow karena hanya bisa seharian menyusuinya saat weekend saja. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat saya, untuk terus memberikannya ASI si bungsu hingga 2 tahun. Tidak sedikit orang sekitar yang menyarankan saya mencari alternatif lain dalam asupannya. Saya tetap berpendirian bayi saya akan saya beri ASI hingga 2 tahun walau saya bekerja.

Saya ingin si bungsu sukses menyusu hingga 2 tahun, makanya saat itu saya berkonsultasi pada dokter laktasi yaitu dr. Aini dan dr. Nanis,  sumber yang kredible untuk mendapat ilmu manajemen dan pemberian ASIP pada bayi saat saya bekerja bagi saya. Beliau menjelaskan pada saya secara detil dan selalu menjawab pertanyaan saya seputar pemberian ASIP dengan sangat sabar. Jika moms ingin belajar manajemen ASIP dan pemberian ASIP pada bayi, sebaiknya datang konsultasi ke dokter laktasi 2 minggu menjelang kembali bekerja dari cuti melahirkan. Agar 2 minggu tersebut dapat langsung praktek ilmu yang di dapat saat konsultasi.

Bersyukur si bungsu sukses ASI 2 tahun. Di artikel ini, saya ingin berbagi pada ibu pekerja yang mungkin sedang menyusui dan ingin terus menyusui bayinya hingga 2 tahun. Berikut pengalaman saya seputar manajemen dan pemberian ASIP pada bayi, seperti media apa saja yang aman untuk memberi ASIP pada bayi, cara mencairkan ASIP, daya tahan ASIP, cara menyimpan ASIP yang benar, asip di suhu ruangan, penyimpanan asip dan bagaimana cara mengetahui ASIP basi.

Manajemen ASIP
  •  Supply ASI 
Di awal konsultasi, dr. Aini menyampaikan bahwa supply ASI sangat penting dalam menjaga ASI tetap lancar produksinya walau ibu menyusui (busui) bekerja. Setelah seharian bekerja, sampai rumah adalah waktu saya  menyusui si bungsu, menyusui langsung intens dilakukan sampai menjelang saya berangkat bekerja.  Hal ini agar produksi ASI tetap berjalan lancar karena dirangsang oleh isapan bayi. Kunci utama produksi ASI tetap berjalan lancar dan berlimpah adalah hisapan bayi.
  • Perlengkapan ASIP
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum mulai semuanya yaitu menyiapkan perlengkapan ASIP, seperti :
1. Breastpump. Atau mungkin bagi moms yang kurang nyaman menggunakan alat pompa, bisa memerah dengan tangan(marmet. Saya hanya sempat menggunakan breastpump selama seminggu, selebihnya saya memerah menggunakan tangan, karena saya tipe yang malas mencuci part breastpump dan lebih senang cepat kembali bekerja setelah jam memompa ASIP. Moms silakan memilih cara memerah yang nyaman.

2. Wadah ASIP. Ada beberapa macam wadah ASIP yang aman untuk menyimpan ASI, yaitu plastik ASIP dan botol ASIP. Sebenarnya ada plus minum menggunakan 2 wadah ASIP tersebut. Saya pribadi memilih plastik ASIP, karena dulu saya berangkat dan pulang kerja menggunakan commuterline, jadi dengan wadah plastik, ASIP aman saat tertekan di dalam kereta. Saya pernah membawa ASIP dengan wadah botol kaca, sampai rumah pecah saat berhimpitan di commuterline. Selain itu, wadah plastik ASIP tidak terlalu makan tempat saat dimasukkan ke dalam freezer. 
  •  Mempersiapkan ASIP
Di awal artikel saya telah menyampaikan kalau sebaiknya konsultasi ke dokter laktasi adalah 2 minggu menjelang masuk kerja. Agar moms punya waktu untuk penyimpanan ASIP.

Memerah Di Rumah. 2 Minggu sebelum mulai bekerja, moms dapat memompa/marmet untuk cadangan di freezer. Caranya adalah memompa setelah moms selesai menyusui bayinya. Tidak disarankan mempompa sebelum menyusui bayi moms, agar ASI yang dihisap bayi adalah memang masih penuh dan bayi kenyang. Setelah itu baru moms pompa ASI yang masih tersisa di payudara.

Memerah Di Tempat Kerja. Memerah di tempat kerja berbeda dengan cara memerah di rumah, kalau memerah di rumah menunggu sisa ASI yang telah dihisap bayi moms. Di tempat kerja moms dapat memerah setiap 3-4 jam sekali. Dulu saya membuat jadwal sendiri untuk memerah di kantor, yaitu setiap pukul 9 pagi, pukul 12 siang dan pukul 3 sore. Agar ASI dapat terus ditampung. Moms dapat mengatur jadwal sendiri agar tetap nyaman saat memerah.

Mempersiapkan hati. mempersiapkan hati kembali bekerja konon dapat lebih sulit daripada mempersiapkan perlengkapan ASIP. Karena busui harus ikhlas meninggalkan bayi di rumah saat busui kembali bekerja. Biasanya saya mempersiapkan hati untuk percaya pada orang rumah 100% bahwa ia dapat handle bayi dengan baik dan dengan penuh tanggung jawab. Sibukkan diri dengan pekerjaan kantor diawal masuk dan sibukkan diri dengan berbicang dengan teman kantor untuk menaikkan good mood agak lebih rileks.

ASI Booster. Memerah ASI di tempat kerja tidak mudah bagi sebagian moms, karena mungkin ada kendala tempat memerah atau tugas kerja yang sangat padat, membuat moms tidak dapat LDR saat memerah. dr. Aini menyampaikan bahwa kunci menyusui dan memerah adalah busui harus Happy dan rileks dan dapat dibantu ASI booster alami. ASI booster alami adalah makan makanan enak favorite moms, minum minuman enak favorite moms, nonton drama kore bila suka atau ngobrol dengan sesama busui di ruang ASI kantor kadang membuat busui happy, LDR dan produksi ASI berlimpah.
  • Penyimpanan ASIP
Takaran ASIP. Jumlah ASIP yang diminum setiap bayi berbeda-beda, semaunya dan tak terbatas takarannya. Saya menyimpan ASIP setiap kantong saya isi 35ml ukuran 1 cup feeder. Mengapa hal itu saya lakukan, agar ASIP tidak banyak terbuang jika saat itu bayi sudah kenyang. Itu kenapa, saya memilih menggunakan kantong plasik ASIP agar tidak makan banyak tempat dalam cooler bag yang dibutuhkan saat membawa pulang ASIP ke rumah.


pemberian-asip-1

Menyimpan ASIP. Untuk menyimpan ASIP setelah selesai memerah di setiap sesi perah, cukup dimasukkan ke kulkas tempat kerja di bagian bawah. Sebaiknya tidak ditaruh di freezer, karena ASIP yang diperah dihari sebelumnya, akan diberikan pada bayi keesokan harinya. ASIP yang diberikan pada bayi  hari ini adalah ASIP yang diperah kemarin, dan ASIP yang diperah hari ini untuk diminumkan ke bayi esok hari. Mengapa begitu? dr. Aini menjelaskan, semakin cepat ASIP yang diperah diberikan pada bayi, maka berjuta sel hidup bermanfaat yang terkandung dalam ASIP dapat diserap dengan baik oleh bayi. ASIP yang telah masuk ke freezer kandungan sel hidup bermanfaatnya semakin lama semakin menurun. Makanya sistem ASIP yang diberikan ke bayi disarankan dengan sistem LIFO, last in first out, yang artinya hasil ASIP terakhir diperah itu yang pertama diminumkan ke bayi. ASIP dapat disimpan di chiller atau kulkas bawah kurang lebih 4-5 hari.

Cooler Bag. Saat ini ada berbagai macam variant coolerbag moms, jadi moms bebas memilih coolerbag yang disuka, sayapun berkali-kali ganti coolerbag dari yang relatif mahal hingga yang sangat murah tapi nyaman versi saya. Saya menggunakan cooler bag bentuk kubus yang harganya terjangkau namun luas dalamnya. saya mengisi ice gel yang kecil-kecil agar dapat saya selipkan di sela-sela ASIP, saya sempat menggunakan ice gel besar tapi spacenya malah habis untuk ice gel besarnya itu. 

 Pemberian ASIP

pemberian-asip-4
Memberikan ASIP pada bayi memang punya tantangan sendiri. Berhubung saya mempunyai bad story dengan dot yang buat anak sulung saya bingput. Kali ini saya memberikan ASIP si bungsu dengan media pemberi ASIP yang relatif aman, seperti gelas sloki, sendok silikon, cup feeder dan softcup feeder yang harganya lumayan bagi saya. Sebelum saya memilih salah satu media ASIP aman tersebut, saya mengajak si bungsu saat bayi dan orang yang akan memegangnya saat saya kerja  ke dokter laktasi berbarengan saat saya konsultasi manajemen ASIP. Saran saya moms, sebelum moms kembali bekerja, konsultasi dulu dengan dokter laktasi untuk belajar manjemen dan pemberian ASIP pada bayi. Karena ada teknik dalam pemberian ASIP dengan media tersebut.

  • Cup Feeder

pemberian-asip-2

Saya memilih memberikan ASIP pada si bungsu menggunakan cup feeder, selain si bungsu cocok menggunakan cup feeder, harga cup feeder juga relatif terjangkau. Moms dapat beli berbagai merek di marketplace. Saya memberi 6 pcs, yang digunakan sehari penuh saat saya tinggal bekerja. Jadi orang yang menjaga si bungsu di rumah konsentrasi penuh menjaga si bungsu tanpa perlu repot mencuci cup feeder yang akan dipakai kembali. Taruh cup feeder yang terpakai di wadah untuk dikumpulkan dengan cup feeder yang sudah terpakai lainnya.

  • Tehnik Pemberian ASIP 
Memberikan ASIP menggunakan cup feeder pada bayi memerlukan tehnik yang benar agar bayi tidak tersedak dan ASIP banyak tumpah. 

Posisi Bayi. Tegakkan bayi 20 derajat saat memberi ASIP agar bayi tidak tersedak, tidak disarankan memberikan ASIP dengan posisi bayi tidur 0 derajat, karena bayi dapat tersedak. 

Kode Bayi Siap Minum. Saat bayi siap menerima ASIP yang disodorkan adalah dengan memberi kode menjilat-jilat ujung cup feeder saat cup feeder ditempelkan ke bibir bawah bayi. Jadi caranya, tempelkan ujung cup feeder ke bawah bibir bayi, lalu tunggu bayi menjilat-jilat ujung cup feeder, baru kemudian tuangkan ASIP secara perlahan. Tidak disarankan untuk membuka bibir atau mulut bayi menggunakan ujung cup feeder. Hal itu akan membuat bayi trauma dan tidak mau minum lagi.

ASIP Tumpah Banyak. Di awal bayi belajar minum dengan cup feeder dan banyak ASIP yang tumpah amat sangat wajar moms, karena bayi perlu beradaptasi sekitar1 sampai 3 minggu. Bisa rewel saat pemberian ASIP atau tumpah-tumpah dan gelisah, jadi tidak perlu khawatir lalu malah berhenti belajar. Karena seperti bayi sedang belajar berjalan dan sering jatuh, itupun berlaku bagi bayi yang sedang belajar minum dengan cup feeder. Pastikan saja ada tissue atau lap kering yang menutupi leher agar tidak lembab karena ketumpahan ASIP.

Jadwal Memberikan ASIP.  Jadwal memberikan ASIP pada bayi tidak berbeda dengan jadwal bayi menyusu pada ibunya. Jadi moms bisa menginformasikan kapan jadwal bayi moms menyusui seperti biasa.
  •  Cara Mencairkan ASIP
pemberian-asip-5

Seperti yang saya sampaikan di baris awal artikel, pemberian ASIP pada bayi menggunakan sistem LIFO, jadi ASIP tidak perlu dicairkan lagi. Dan dapat langsung hangat menggunakan air panas dispenser. Namun kadang ASIP Fresh yang diperah kemarin tidak mencukupi kebutuhan bayi, jadi perlu mengambil persediaan ASIP di freezer yang masih beku. Berikut langkah- langkah pencairan moms :

1. Turunkan ASIP beku dari freezer ke kulkas bagian  bawah. agar ASIP mencair secara alami untuk menghindari risiko rasa dan bau ASIP jadi kurang enak sehingga biasanya bayi menolak minum ASIP yang disodorkan.

2. Pada pagi hari saat moms bekerja, penjaga bayi akan memberikan ASIP, ASIP yang telah mencair namun belum sepenuhnya cair dan masih ada titik beku dalam ASIP, boleh dicairkan dengan air kran mengalir sambil digoyang-goyang lembut agar hindmilk dan foremilk tercampur hingga ASIP benar-benar cair dengan sempurna.

3. Kemudian isi air panas dispenser di wadah kecil, kemudian masukkan Botol kaca ASIP ke dalam wadah air panas tersebut. Tunggu hingga hangat, tuang ke cup feeder lalu berikan pada bayi.

4. Jika moms memilih menggunakan kantong ASIP seperti saya untuk penyimpanan, setelah  melakukan langkah ke 3, pindahkan ASIP yang sudah mencair sempurna ke botol kaca ASIP lalu lakukan langkah ke 3.

  • Cara Mencuci Perlengkapan ASIP

pemberian-asip-7


1. Untuk mencuci perlengkapan ASIP yang telah terpakai biasanya saya lakukan pada malam hari setelah si bungsu tertidur karena kenyang menyusu. Saya mengumpulkan perlengkapan ASIP yang sudah terpakai ke dalam wadah besar. Kemudian saya bilas satu persatu terlebih dahulu agar sisa ASIP yang menempel terlepas.

2. Kemudian saya cuci menggunakan sabun khusus botol bayi yang dapat dibeli di minimart. Saya mengulang mencuci dengan sabun 2 kali agar lemak ASIP terlepas sempurna.

3. Setelah dibilas bersih, lalu saya masukkan air panas mendidih ke dalam wadah selama 10 menit.

4. Lalu tiriskan cup feeder dan botol ASIP dengan beralaskan lap bersih dan tissue kering, agar air dalam cup feeder dan botol ASIP segera kering. 

5. Mengeringkan botol ASIP bisa menggunakan sterilizer, bisa juga secara alami. Saya memilih secara alami Kebetulan kantor saya jauh dari rumah, jam 4 sudah bangun untuk bersiap-siap berangkat kerja. Sambil bersiap-siap, saya mengubah letak cup feeder dan botol ASIP secara horizontal, agar embun dalam cup feeder dan botol ASIP mengering alami.

pemberian-asip-8

 Nah, itu semua pengalaman saya sukses tetap memberikan full ASI pada si bungsu hingga 2 tahun moms. Semoga bisa sedikit membantu moms untuk terus semangat memberikan hak ASI pada bayi tersayang di rumah.

Happy Breastfeeding moms, and always be happy....


Tidak ada komentar

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Silakan tulis komentar :)

Cara mengisi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL Blog, bukan URL postingan. JIka tidak punya blog, kosongkan saja kolom URL, namun jangan lupa isi namanya supaya tidak masuk SPAM. Terima kasih :)

@mamaayuutami