Cha-Ching Kid$ at Home, Cara Seru Mengenal Kelola Keuangan Untuk Anak



Hi Moms, apa kabar? Bagaimana aktivitas moms selama pandemi? Semoga terus semangat menjalani rutinitas seperti Maiko. Akhir-akhir ini Maiko lumayan sibuk dengan rutinitas di rumah, dengan bisnis rumahan dan juga mendampingi anak-anak. Si bungsu yang sudah senang menulis alphabet dan si sulung yang mulai senang mengenal uang.

Selama pandemi, si sulung full daring dari sekolahnya, jadi di rumah ia lebih kritis dan memiliki waktu cukup untuk mengikuti mamanya ke manapun setiap saat, artinya banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan pada saya, apapun itu, dari masalah kesehatan, hingga keuangan. Dan kadang jawaban yang saya berikan kurang memuaskan rasa ingin tahunya. Akhirnya tanggal 27 Maret 2021 kemarin, si sulung ikut kurikulum keuangan Cha-Ching Kid$ at Home.

Cha-ching itu apa sih Maiko? Cha-ching adalah program yang mengenalkan dan mengajarkan pengelolaan keuangan bagi anak-anak berusia 7 - 12 tahun untuk dapat paham literasi keuangan. Dikemas menarik dengan video musik, anak-anak diajak untuk melihat bagaimana Cha-Ching, sebuah grup musik menjalani kegiatannya sehari-hari. Mulai dari berbelanja untuk grup, mengatur perjalanan roadshow, membantu sesama, mencari uang sampai berinvestasi. Dan si sulung sangat happy, belajar program literasi keuangan ini, selama zooming berlangsung, banyak game, video musik dan arahan yang menarik dari kakak pembimbingnya. Cha-Ching Kid$ at Home juga sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap Global Money Week (GMW), kampanye tahunan global yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memastikan anak-anak muda sejak usia dini paham mengenai literasi keuangan.

Prudential Indonesia telah memperkenalkan Cha-ching sejak tahun 2012, dan sampai hari ini telah menjangkau lebih dari 1 juta orang melalui media online dan kegiatan-kegiatan off-air.

Si sulung bercerita, katanya Cha-Ching itu nama sebuah band musik, dalam video tersebut band dengan personil bernama Prudence, Zul, Pepper, Charity dan Justin serta Bobby bernyanyi sambil menjelaskan konsep dasar pengelolaan uang. Si sulung bercerita sangat semangat dengan wajah sumringah, sepertinya irama lagu dan cara 6 personil menyanyikan tengan kelola uang menarik perhatiannya, membuat kepala si sulung ikut bergoyang sambil tersenyum, nampak sekali ketertarikannya dengan seluruh isi program. Kemudian ia bercerita lebih jauh tentang 6 personil band Cha-Ching.

Mengenal 6 Personil band Cha-Ching



Bobby

Anak laki-laki yang memiliki hobi membelanjakan seluruh uangnya hingga kehabisan uang.

Zul
Personil band Cha-Ching satu ini, rajin membuat sesuatu yang menghasilkan uang untuk ia tabung.

Pepper
Ia sangat suka berbelanja.

Charity
Anak perempuan yang sangat suka membantu orang dan gemar menyumbangkan uangnya.

Justin
Personil band Cha-Ching satu ini, tugasnya mencari uang.

Prudence
Sosok anak perempuan smart dan perfectionist sebagai planner berbagai hal, termasuk keuangan.

Personil-personil band di atas menggambarkan prilaku orang-orang di sekitar kita. Dan semuanya dikemas apik untuk meningkatkan minat anak dalam mengelola uang sejak dini.

4 Konsep Dasar Kelola Uang

4 Konsep dasar kelola uang dikenalkan 6 personil band Cha-Ching. Berikut konsep-konsep dasarnya :

Memperoleh (Earn)
Saat si sulung ikut kurikulum Cha-Ching melalui Zoom, ia diajarkan tentang Earn (Mendapatkan), seperti :
  • Apa itu Earn (mendapatkan)?
  • Apa yang dipelajari dari mengetahui berapa banyak barang di rumah?
  • Dari mana saja uang di dapat untuk membeli barang-barang yang ada di rumah?
  • Apa yang akan dilakukan untuk mendapatkan uang saat besar nanti?
Jika kita menginginkan sesuatu, kita harus menghasilkan uang pada awalnya.

Menyimpan (Save)
Untuk konsep yang kedua, si sulung diajarkan oleh kakak pembimbing, tentang :
  • Apa itu Save (Menyimpan)?
  • Apa yang penting untuk disimpan?
  • Apa yang dilakukan untuk menyimpan saat menginginkan sesuatu?
Menyimpan/Menabung ada berbagai cara dengan jenis untuk mendapatnya sesuatu yang kita inginkan.

Membelanjakan (Spend)
Konsep ketiga, mengenai Membelanjakan (Spend), hal-hal ini yang diarahkan kakak pembimbing pada si sulung :
  • Apa arti dari spend (membelanjakan) uang dengan baik/bijak?
  • Saat menginginkan sesuatu, apakah langsung membeli?
  • Apakah ada barang yang tidak dibutuhkan anggota keluarga, namun tetap dibeli?

Saat anak-anak ditanya kakak pembimbing tentang apa yang akan dilakukan, jika memiliki uang, yang terlontar dari anak-anak adalah jajan atau membeli sesuatu yang mereka inginkan. Di sini kakak pembimbing mengarahkan anak-anak untuk dapat memilah mana sesuatu yang dibutuhkan dan juga yang dinginkan.

Menyumbangkan (Donate)
Konsep dasar keempat dan juga yang terakhir adalah Menyumbang (Donate). Si sulung senang sekali saat ditanya tentang konsep ini, kakak pembimbing sangat familiar dengan tingkah anak-anak seusia si sulung.
  • Apa itu donate (menyumbang)?
  • Apa saja cara untuk membantu atau menyumbang?
  • Apa saja yang bisa disumbangkan?
  • Apakah penting menyumbang sesuatu?
  • Apakah mendapat reward setelah menyumbang?
Menyumbang tidak selalu tentang uang, anak-anak diarahkan untuk dapat menyumbang selain uang, seperti menyumbang tenaga, waktu atau bisa juga barang-barang yang mereka miliki yang sudah tidak mereka gunakan.

Global Money Week
Cha-Ching Kid$ at Home mendapat dukungan terhadap Global Money Week (GMW), kampanye tahunan global yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memastikan anak-anak muda sejak usia dini paham mengenai literasi keuangan, dan secara bertahap mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, serta perilaku yang diperlukan untuk dapat membuat keputusan finansial, dan mencapai kesejahteraan serta ketahanan finansial di masa depan. GMW 2021 diadakan mulai dari 22 hingga 28 Maret dengan tema “Take care of yourself, take care of your money”, yang menyoroti pentingnya membangun ketahanan finansial dan tetap sehat di masa pandemi ini.

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, mengatakan, “Kami memahami bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun[1]. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan sejak usia tersebut demi mengajarkan anak agar lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan. Dengan sistem pembelajaran daring, yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, serta modul pembelajaran yang menarik dan interaktif, kami berharap program Cha-Ching Kid$ at Home dapat mengajarkan literasi keuangan ke lebih banyak anak di Indonesia sehingga tercipta komunitas yang tangguh secara finansial dan sejahtera di masa depan.”

Jens menambahkan, “Dukungan kami terhadap GMW melalui program Cha-Ching Kid$ at Home dilandasi oleh kesamaan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menanamkan pengetahuan pengelolaan keuangan dan sikap tanggung jawab pada anak sejak usia dini. Cha-Ching Kid$ at Home juga sejalan dengan aspirasi perusahaan untuk membantu masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera.”

Break Room - Cha-Ching Kid$ at Home
Saat belajar kelola keuangan, anak-anak dibagi menjadi beberapa group di Break Room namanya, di dalam room tersebut sudah ada 1 kakak pembimbing yang menunggu, si sulung mendapat room Donate dengan didampingi kak Syafril.

Dalam Break room, anak-anak diminta menulis janji untuk menyumbang, pada kertas janji yang telah disiapkan. Anak-anak terlihat sangat antusias termasuk si sulung.



Setelah ikut Break Room Cha-Ching Kids at Home, si sulung dengan semangat mengumpulkan barang-barang(mainan) miliknya untuk ia sumbangkan. Proud of you nak, keep up the good work...

Tidak ada komentar

Selamat datang! Terima kasih telah berkunjung.

Silakan tulis komentar :)

Cara mengisi komentar::
Pilih NAME/URL lalu isi dengan URL blog. URL Blog, bukan URL postingan. JIka tidak punya blog, kosongkan saja kolom URL, namun jangan lupa isi namanya supaya tidak masuk SPAM. Terima kasih :)

@mamaayuutami